Ingin Jadi Reseller atau Dropshipper ? Ketahui dulu Perbedaannya

ilustrasi dropshipper

Dari harga lebih murah yang didapatkan reseller dari distributor atau supplier ini tentunya akan memberi keuntungan bagi reseller saat berhasil menjual produk tersebut di pasaran.

Apalagi, harga produk bersangkutan sudah memiliki harga standar di pasaran.

Biasanya, barang yang diperoleh reseller dari pemasok/distributor itu tidak boleh dijual di bawah harga standar agar tidak merusak harga pasar atau merugikan reseller lain dari distributor yang sama.

Dropshipper

Bacaan Lainnya

Sementara dropshipper adalah pelaku usaha atau mitra pemasaran yang hanya bertugas mempromosikan barang.

Dropshipper tidak memproduksi, memiliki, dan menampung barang tersebut sehingga bisa dibilang dropshipper tidak butuh modal usaha untuk mendapatkan barang untuk dijual kembali seperti seorang reseller.

Promosi barang yang dilakukan drospshipper umumnya dilakukan di sejumlah platform media baik media sosial seperti facebook, whatsapp, tekegram, maupun media sosial lainnya.

Selain itu, seorang dropshipper biasanya memasarkan produk di situs marketplace atau blog pribadi.

Terkait itu, dropshipper hanya butuh bahan pemasaran seperti foto, katalog dan harga produk yang akan dipasarkan.

Saat ada calon pembeli yang mengorder atau membeli produk tersebut, dropshipper berperan layaknya fasilitator atau penghubung ke pihak produsen atau distributor.

Selanjutnya, barang diorder konsumen lalu dikirim langsung ke rumah konsumen bersangkutan.

Model transaksi pun tergantung sistem yang diterapkan masing-masing produsen atau distributor kepada konsumen dari si dropshipper, apakah cash and carry atau COD (bayar di tempat saat barang diterima pemiliknya).

Berikut perbedaan umum reseller dan dropshipper :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *