perbedaan umum reseller dan dropshipper :
- Paling mendasar adalah dari penyediaan barang. Reseller memasok barang terlebih dahulu dari produsen atau distributor sedangkan dropshipper tidak perlu memasok barang.
- Reseller melakukan pembelian barang, kadang disyaratkan dalam jumlah tertentu sedangkan dropshipper tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memasok barang.
- Reseller mengemas dan mengirim barang ke konsumen sedangkan dropshipper hanya menjadi perantara antara konsumen kepada produsen/distributor.
- Dari segi keuntungan, reseller umumnya meraup keuntungan lebih besar jika berhasil menjual barang karena sebelumnya mendapat harga lebih murah dari produsen/distributor.
- Keuntungan dropshipper berasal dari komisi hasil penjualan atau persentase penjualan yang ditentukan produsen/distributor.
Itulah sekilas perbedaan menjadi reseller dan dropshipper dalam model bisnis kemitraan atau mitra pemasaran dari sebuah produsen atau distributor produk barang.
Keuntungan dan kesuksesan menjadi reseller atau dropshipper sebenarnya tergantung dari pelaku usaha masing-masing.
Tidak ada jaminan memilih menjadi reseller atau dropshipper akan memperoleh keuntungan bisnis yang lebih besar.
Semuanya tergantung usaha dan mental pelaku usaha masing-masing, bukan tergantung modal atau tanpa modal.
Selama fokus dan terus belajar mengembangkan usaha yang dijalani maka peluang sukses atau meraup keuntungan besar pasti selalu terbuka lebar.(*)







