Jadwal Tayang Diundur, Film Pelakor di Bioskop Akan Mulai 27 Desember 2021

founder Yayasan Malabbiri Art Entertainment, Syarifah Fatmawati Assegaf (foto: upeks.co.id)

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Jadwal penayangan di bioskop CGV Cinema  untuk Film Bukan Pelakor, Pergi atau Bertahan, mengalami pengunduran.

Sebelumnya film yang disutradarai Syarifah Fatma Assegaf ini dijadwalkan mulai tayang di CGV pada 22 Desember 2021 yang bertepatan dengan Hari Ibu nasional.

Film yang diproduksi Mallabiri Art Entertainment ini dibintangi beberapa aktor ibukota (Jakarta) dan lokal (Sulsel) yaitu Panji Saputra, Utari Puspasari, Naufah Patadjangi, Andini, dan Ketua PARFI Sulsel, Syahriar Tato.

Terkait pengunduran jadwal tayang tersebut, Fatma Assegaf, mengatakan hal itu menyesuaikan dengan agenda peringatan Hari Ibu yang akan dilaksanakan instansi pemerintah terkait.

Bacaan Lainnya

Entrepreneur di bidang entertainment asal Maros ini menyebutkan jadwal tayang film tersebut ditunda dan dijadwalkan mulai tayang di CGV pada 27 Desember 2021.

Perubahan jadwal tayang itu juga berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulsel,

TP PKK dan persatuan Darma Wanita Provinsi Sulsel, “Yang kemudian disepakati peringatan Hari Ibu dijadwalkan pada tanggal 27 Desember 2021. Kita menyesuaikan aja dengan jadwal mereka,” tutur Fatma yang founder Mallabiri Art Entertainment, Selasa (21/12/2021).

Film ini memang berkolaborasi dengan sejumlah lembaga terkait seperti dukungan dari Dinas Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulsel, Haura Salon. dan PT Surya Propertindo Mandiri.

Sementara sponsor film berasal dari Pondok Cora, U Burger, dan Finara Catering.

Film bergenre drama lokal di Sulsel ini mengangkat cerita tentang konflik dalam kehidupan rumah tangga sepasang suami istri dengan hadirnya orang ketiga.

Dimana menggambarkan perjuangan dan ketabahan batin seorang istri yang diuji dengan persoalan perselingkuhan yang dilakukan sang suami.

Syahriar Tato, salah satu pemeran di film ini mengatakan proses pengambilan gambar berlangsung sekitar 2 bulan.

Lokasi syuting banyak mengambil spot di wilayah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Walau kental dengan muatan lokal, namun film ini tetap rasa nasional karena mengangkat isu dan fenomena yang dialami kaum perempuan secara global.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *