Kades dan Warganya Berterimakasih kepada Bupati ASA atas Hadirnya Jembatan ARA Biroro-Massaile

Jembatan ini diberi nama jembatan gantung ARA (Andi Rudiyanto Asapa) Biroro – Massaile

SINJAI, SOLUSINEWS.ID – Satu lagi infrastruktur jembatan dituntaskan pembangunannya di tahun 2023.

Jembatan jenis gantung yang berdiri kokoh di atas sungai yang membatasi dua desa di dua kecamatan itu, kini telah diresmikan pemanfaatannya oleh Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), Rabu (3/5/2023) sore.

Jembatan yang membentang dengan panjang 60 meter itu, menjadi akses bagi warga Desa Biroro, kecamatan Sinjai Timur dan Desa Massaile, kecamatan Tellulimpoe.

Jembatan ini diberi nama jembatan gantung ARA (Andi Rudiyanto Asapa) Biroro – Massaile.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Biroro, Muslimin, mengaku kini warganya bersama warga Desa Massaile ataupun warga dari luar kedua desa kini bisa mengakses dan merasakan jembatan yang aman untuk dilalui.

Berbeda halnya dengan jembatan sebelumnya yang sangat membahayakan keselamatan warga.

Ditambah lagi, kondisi jembatan yang hanya terbuat dari bambu yang disusun dan diikat, sangat tidak memungkinkan untuk dilalui oleh kendaraan roda dua.

Apalagi kedalaman sungai mencapai 20 meter lebih. Kondisi ini telah berlangsung hingga belasan tahun lamanya sejak banjir bandang tahun 2006 lalu melanda kabupaten Sinjai.

“Alhamdulillah, sudah diresmikan oleh pak Bupati. Jembatan gantung ini akan sangat berdampak positif bagi aktivitas warga di dua desa, termasuk warga kami (Biroro read). Kami tentu sudah sangat nyaman menyebrang,” pungkasnya.

Sebelumnya, usulan pembangunan jembatan ini disampaikan saat Bupati ASA bertandang ke Ponpes Darul Istiqamah Biroro tahun 2021 lalu.

Kades Muslimin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, terkhusus Bupati ASA yang telah memperhatikan keluhan dan keinginan masyarakat.

“Terima kasih kepada pak Bupati, akhirnya jembatan yang nyaman sudah lama kita nantikan bisa dibangun dan bisa kita nikmati tahun ini,” jelasnya.

Sejumlah warga juga turut menyampaikan rasa syukurnya dengan hadirnya jembatan gantung tersebut. “Alhamdulillah, sudah tidak takut lagi menyebrang kesebelah. Adami jembatan baru, dibandingkan jembatan lama yang sebenarnya sudah tidak layak dipakai,” pungkas Haeruddin.(*)

)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *