MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Kepala Humas KKN UNM, Dr Burhanuddin, merespon pernyataan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Polman, Aco Musaddad.
Sebelumnya, Aco diduga menyebut Rektor UNM berbohong terkait data mahasiswa KKN UNM asal Polman.
Aco mengatakan berdasarkan hasil pengecekan, hanya sedikit mahasiswa UNM asal Polman yang melakukan KKN di Polman.
Sekaitan hal itu Bupati Polman Ibrahim Masdar juga menolak mahasiswa KKN UNM dengan alasan pandemi Covid-19.
Olehnya Burhanuddin menilai sikap Bupati Polman kurang bijak sebagai kepala daerah dan publik figur.
Sementara Kepala Satgas KKN UNM, Dr Arifin Manggau, mengatakan kalau dengan alasan pandemi covid-19 maka seharusnya semua program KKN dari kampus lain yang digelar di Polman harusnya ditolak juga.
Olehnya ia mengherankan kenapa hanya mahasiswa KKN asal UNM yang ditolak.
“Mestinya aturannya universal. Tidak berlaku untuk universitas tertentu saja. Kalau hanya berlaku pada satu universitas, itu berbau diskriminatif,” katanya, belum lama ini.
Ia mencontohkan, mahasiswa KKN asal Unhas Makassar malah menggelar KKN di Polman sejak Juni 2021. KKN tersebut akan berakhir Agustus mendatang.
Selain itu ada mahasiswa KKN dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar di Polman.
“Kami siap berkoordinasi dengan pemkab, termasuk jika tidak membuat posko dengan menyebar di rumah-rumah keluarga mahasiswa UNM di Polman,” lanjut Arifin.
Ia menjelaskan program KKN Tematik MBKM yang diikuti 52 mahasiswa UNM merupakan program Kemendikbud yang bertujuan mempercepat penyelesaian pendidikan mahasiswa.
“Kasihan anak-anak mahasiswa. Kasihan orang tua mahasiswa yang harus membayar biaya kuliah lagi, ” tambahnya.
Agar polemik ini tidak berkepanjangan, Arifin menyarankan dua hal yaitu pertama program KKN UNM tetap berjalan sesuai syarat dan kebijakan Pemkab Polman.
Dan kedua, Bupati Polman membuat kebijakan yang berlaku secara umum yaitu menghentikan semua program KKN di Polman.(*)







