Mahasiswa PBL I FKM Unhas Gelar Seminar Awal Dukung Pencapaian SDG 3 di Posko Kelurahan Pajalele 

SIDRAP, SOLUSINEWS.ID – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) I Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Kelurahan Pajalele menggelar Seminar Awal bersama Pemerintah Kelurahan Pajalele, Puskesmas Amparita, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat di Kantor Kelurahan Pajalele pada Selasa, 7 Juli 2026 guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Posko PBL Kelurahan Pajalele terdiri atas tujuh mahasiswa yang dipimpin oleh Kasimirus Wendy Ariamus selaku Koordinator Lurah (Korlu), bersama enam anggota, yaitu Andi Tenri Oja Anas (Sekretaris), Siti Fakhirah Choirunisa (Bendahara), Najmul Janna dan Ni Komang Asti Negary (Divisi Perlengkapan), Adinda Paschia Sirappa dan Naura Vinaya Lintin (Divisi Publikasi dan Dokumentasi).

Melalui seminar ini, mahasiswa akan melakukan observasi lapangan, survei menggunakan aplikasi KoboCollect, wawancara, dan analisis situasi kesehatan masyarakat sebagai dasar penyusunan rekomendasi intervensi sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar proses identifikasi masalah kesehatan berjalan optimal.

Hasil pengumpulan data nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas masalah serta penyusunan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pajalele mengungkapkan bahwa secara geografis, pemukiman Kelurahan Pajalele dikelilingi oleh sungai. Kondisi demografis yang dekat dengan perairan ini dinilai berpotensi besar menciptakan area genangan air yang menjadi tempat perindukan nyamuk.

Bapak Wahab Abdi Nur, S.IP. (Lurah Pajalele) menyambut baik kehadiran mahasiswa FKM Unhas dan berpesan agar seluruh peserta mampu menjaga sikap selama berinteraksi dengan masyarakat setempat.

”Jaga sikap dan jangan membawa etika atau kebiasaan dari Makassar ke lingkungan kami. Hormati budaya dan adat istiadat masyarakat Pajalele agar terjalin hubungan yang baik selama pelaksanaan PBL,” pesannya kepada seluruh mahasiswa.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Amparita mengungkapkan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian di Kelurahan Pajalele.

”Penyakit yang paling dominan di Kelurahan Pajalele adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Kami berharap mahasiswa PBL dapat membantu membasmi serta mencegah penyebaran DBD melalui edukasi dan kegiatan bersama masyarakat,” ungkapnya.

Pada tahap selanjutnya, mahasiswa akan melaksanakan pengumpulan data primer melalui survei rumah tangga menggunakan aplikasi KoboCollect.

Data tersebut akan dianalisis menggunakan metode PAHO dan teori H.L. Blum untuk menentukan prioritas masalah kesehatan yang akan dipaparkan kepada masyarakat pada Seminar Akhir sebagai rekomendasi bagi pemerintah kelurahan dan Puskesmas Amparita dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *