SIDRAP, SOLUSINEWS.ID — Bertempat di Kantor Kepala Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) resmi memulai kegiatan Seminar Awal Praktik Belajar Lapangan I (PBL I). Kegiatan ini menjadi langkah awal dari proses pembelajaran berbasis masyarakat yang akan dilaksanakan selama rangkaian PBL.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (06/07) ini dihadiri oleh 29 peserta yang terdiri atas Kepala Desa Rijang Panua, perwakilan Kantor Kecamatan Kulo, Kepala UPT Puskesmas Kulo, perangkat desa, kader, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Tujuh mahasiswa yang tergabung dalam Posko PBL I Desa Rijang Panua, yaitu Mohammad Nandi Supyanda (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Pradjna Putri Kayla Adfi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), Naurah Salsabila (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), Andi Fatimah Az Zahra Hidayat (Manajemen Rumah Sakit), Yuniasri Noor Ramadhani (Epidemiologi), Andi Nurhikma (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), dan Andi Ayudhia Natasya S. Makkuasa (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), akan melaksanakan pengumpulan data untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan masyarakat sebagai dasar penyusunan program pada tahapan Praktik Belajar Lapangan selanjutnya.
Dalam sambutannya, Koordinator Desa PBL I, Mohammad Nandi Supyanda, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat.
“Kami berharap seluruh pihak dapat memahami pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan dan bersama-sama berkontribusi dalam proses identifikasi, penentuan, hingga penyelesaian prioritas masalah kesehatan masyarakat selama rangkaian Praktik Belajar Lapangan I, II, dan III berlangsung,” ujarnya.
Kepala Desa Rijang Panua, Rudi Tompang, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa PBL I di desanya.
Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk belajar, menjaga etika, sopan santun, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi Desa Rijang Panua maupun bagi mahasiswa sebagai bekal pengalaman belajar di lapangan.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa memaparkan gambaran umum pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan yang meliputi tujuan kegiatan, tahapan pelaksanaan, jadwal kegiatan, struktur organisasi posko, pihak-pihak yang terlibat, serta mekanisme observasi, wawancara, dan pengumpulan data.
Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam mengidentifikasi serta menentukan prioritas permasalahan kesehatan masyarakat di Desa Rijang Panua.
Seminar awal berlangsung aktif dan interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai masukan, saran, serta dukungan disampaikan oleh peserta guna mendukung kelancaran pelaksanaan PBL I, khususnya dalam proses pengumpulan data dan identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat.
Menutup rangkaian Seminar Awal Praktik Belajar Lapangan I, Kepala UPT Puskesmas Kulo, Samsul Alam, S.KM., M.KM., menyampaikan harapannya agar mahasiswa memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana belajar bersama masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk belajar bersama masyarakat, menjaga komunikasi yang baik, serta menjadikan hasil identifikasi masalah sebagai dasar penyusunan kegiatan pada tahapan Praktik Belajar Lapangan selanjutnya,” ujarnya.
Melalui Seminar Awal PBL I ini, terjalin sinergi yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat dalam mendukung proses pembelajaran berbasis lapangan.
Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan selama pelaksanaan PBL dapat berjalan dengan lancar, menghasilkan data yang bermanfaat bagi penyusunan program kesehatan, serta menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa dalam memahami kondisi kesehatan masyarakat secara langsung. (*)







