MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan kembali melaksanakan kegiatan South Sulawesi Investment Challenge (SSIC).
Kegiatan ini merupakan flagship program Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN).
Tujuannya melakukan identifikasi proyek potensial Kabupaten/Kota di Sulsel yang siap ditawarkan kepada investor, baik domestik maupun asing.
Kegiatan SSIC 2022 dilaksanakan pada 9 November 2022 di Kota Makassar dengan mengangkat tema “Enhancing Investment Optimism to Strengthen South Sulawesi Economy.”
Kegiatan SSIC 2022 mengundang 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan untuk menyampaikan proposal Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Rangkaian kegiatan SSIC 2022 telah dimulai sejak 19 September 2022 untuk pengumpulan proposal.
Selanjutnya, juga telah dilaksanakan proses seleksi, verifikasi lapangan, dan coaching presentasi IPRO.
Dari 24 (dua puluh empat) proposal proyek yang disampaikan pada tahap awal, sebanyak 5 (lima) proposal IPRO dari Kabupaten/Kota berhasil lanjut ke tahap presentasi final pada hari ini.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam arahnnya menegaskan komitmen Sulsel untuk menjadi provinsi ramah investasi.
Berbagi investasi yang masuk diharapkan bisa berkontribusi terhadap terciptanya pembangunan berkelanjutan (sustainable growth) yang mendukung pengentasan kemiskinan, meningkatkan serapan tenaga kerja, dan menurunkan ketimpangan di Sulsel.
Sementara Kepala Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Karana mengatakan bahwa keterlibatan Bank Indonesia dalam forum PINISI SULTAN dan kegiatan SSIC 2022 merupakan bentuk dukungan dan komitmen BI Sulsel untuk terus mendorong investasi di Sulsel.
Setelah 5 (lima) finalis SSIC 2022 melakukan presentasi dihadapan dewan juri, penilaian akhir menghasilkan 3 (tiga) pemenang yang berhasil meraih predikat proposal IPRO terbaik yaitu:
1. Kabupaten Bone dengan proposal IPRO Budidaya Ternak Sapi Potong;
2. Kota Makassar dengan proposal IPRO Jalur Pejalan Kaki Elevated Terintegrasi dengan Kawasan Ruang Publik Pantai Losari (Jappa Rate), dan;
3. Kabupaten Kepulauan Selayar dengan proposal IPRO Kawasan Pengembangan Pariwisata Selayar (KPPS).(*)







