Malam Hangat Mapala 09 FT Unhas: Ada Nostalgia, Doa, dan Canda di Usia 28 Tahun

SYUKURAN. Alumni Mapala 09 Fakultas Teknik Unhas menggelar acara halalbihalal dan reuni sekaligus syukuran milad ke-28 di The Saigon Eat Drink Folk, Makassar, Jumat (25/4/2025) malam. (dok mapala 09)

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Di tengah kerlap lampu The Saigon Eat Drink Folk, Jumat (25/4/2025) malam, suasana hangat bersahut dengan tawa renyah para alumni Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) 09 Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Mereka datang dari berbagai generasi untuk satu tujuan: merayakan halalbihalal dan syukuran milad ke-28 Mapala 09.

Acara ini bukan sekadar temu kangen. Ini adalah pengikat lintas waktu, penguat rasa kebersamaan dalam organisasi yang telah mengukir jejak di banyak kegiatan sosial, lingkungan, hingga kemanusiaan. Digelar mulai pukul 19.00 Wita hingga lewat tengah malam, para alumni bergiliran menuturkan kenangan dan harapan.

“Alhamdulillah tak terasa MAPALA 09 FT Unhas sudah berusia 28 tahun. Dengan penuh kebahagiaan kita dapat berkumpul dan bersilaturahmi,” ujar Anwar ‘No’ Mattawape, alumni Angkatan 01 yang menjadi salah satu sesepuh di organisasi ini. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif generasi muda yang menghidupkan kembali semangat kebersamaan.

Taufiq, alumni lainnya, menyisipkan doa dalam komentarnya. “Semoga yang belum sehat segera sehat, yang belum sukses segera sukses, dan yang belum bahagia diberikan kebahagiaan,” katanya dengan nada pelan, nyaris seperti doa yang diaminkan malam itu.

Ada juga canda bersahaja yang melumerkan suasana. Hasmawati ‘Cemma’, alumni perempuan yang dikenal dengan semangatnya, menyelipkan pujian jenaka. “Baru malam ini saya tahu ternyata adik-adik Mapala banyak yang bening-bening dan ganteng, beda dengan zaman kami dulu,” ucapnya yang langsung disambut gelak tawa.

Sejak berdiri pada 1997, Mapala 09 telah menjadi bagian dari denyut Fakultas Teknik Unhas. Tak hanya mendaki gunung dan menjelajah hutan, mereka turun ke masyarakat, menjadi relawan bencana, menanam pohon, hingga menyuarakan isu-isu konservasi.

Kini, di usianya yang ke-28, Mapala 09 tak hanya menapak jejak masa lalu, tapi juga menatap tantangan ke depan. Reuni ini adalah napas kolektif yang membangkitkan kembali kompas arah, bahwa silaturahmi adalah bahan bakar perjuangan yang tak lekang oleh zaman. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *