SOLUSINEWS.ID – Uji coba pengembangan minyak makan merah atau minyak goreng merah ditargetkan rampung tahun 2023.
Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Jakarta, Senin (15/8).
Ia menyebutkan saat ini pusat produksi minyak makan merah sudah ada. Termasuk petani, bisnis model, serta sumber pembiayaannya.
Berdasarkan perkembangannya, bulan Agustus ini, Detail Engineering Design (DED) selesai dan produksi mulai jalan kemudian Januari 2023 bisa didistribusikan.
Saat ini koperasi sudah mulai memperkenalkan pada petani untuk mengolah kelapa sawitnya yang masih dalam bentuk tandan buah segar (TBS) menjadi produk turunan.
Petani sawit dikatakan senang karena tidak lagi hanya menjual TBS tapi juga bisa mengolah TBS sawitnya jadi minyak makan merah.
Teten mengaku mendapat informasi bahwa dari jaringan restoran sudah ada permintaan 200 ton minyak makan merah.
Apalagi setiap 1.000 hektare sawit bisa membangun mini pabrik untuk CPO dan minyak makan merah.
Kemneterian Koperasi dan UKM saat ini mencoba mengembangan minyak makan merah bersama koperasi guna mendorong kemandirian pangan.
Tidak hanya itu, dia juga menuturkan upaya tersebut adalah alternatif produk dan solusi bagi keterbatasan bahan baku dan ketidakstabilan harga minyak goreng selama ini.
Peluang Profit Koperasi
Teten menambahkan minyak makan merah tidak hanya untuk menggoreng, tapi bisa dikonsumsi sebagai minyak makan, suplemen atau emulsi anti-stunting, dan kosmetik alami.
Olehnya, pembiayaan pengelolaan pabrik CPO dan pabrik minyak makan merah didukung oleh pembiayaan modal investasi oleh BPDPKS dan pembiayaan modal kerja bagi koperasi oleh LPDB-KUKM
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Edwin Syahputra Lubis merinci, pabrik minyak makan merah terdiri dari 12 komponen mesin dengan kandungan lokal (TKDN) 70 persen.
Dengan kebutuhan pembiayaan yang murah yaitu Rp 8,142 miliar untuk kapasitas 10 ton per hari.
Sedangkan untuk pabrik CPO membutuhkan biaya Rp15 miliar untuk kapasitas 50 ton per hari atau 5 ton per jam.
Ia memproyeksikan koperasi akan mendapat profit per hari sebesar Rp 17.813.000 atau Rp 5.343.900.000 per tahun dengan payback periode 4 tahun dan 3 bulan.(*)







