Strategi Dapatkan Telur Berkualitas
Pak Asdar mengaku sebagian stok telurnya biasa diperoleh dari suplier telur dari Kabupaten Maros dan Sidrap.
Namun, ia lebih mempriotaskan suplier telur dari daerah terdekat. Alasannya sederhana, yaitu kondisi telur bisa lebih utuh.
Karena biasanya pasokan telur yang dibawa dari daerah jauh menggunakan mobil, telurnya rentan rusak atau ada yang pecah akibat guncangan.
“Apalagi kalau telur-telur itu harus bermalam di perjalanan, telurnya bisa cepat busuk akibat guncangan. Kalau nanti dijual, biasanya tidak tahan beberapa hari sudah rusak isinya,” ungkapnya, Jumat (11/3/2022).
Di tepi Jl Abdesir itu, dekat SPBU Abdesir, Pak Asdar mengaku selalu berjualan setiap hari mulai pagi hingga malam atau pukul 10.00 hingga 22.00 wita.
“Kecuali jika ada acara keluarga, saya tidak jualan dulu,” tuturnya.

Omzet berjualan telur di tepi jalan tersebut pun terbilang lumayan memberi penghasilan cukup buat Asdar.
Ia mengaku omzet yang bisanya diperoleh dalam berjualan setiap hari sekitar Rp 700 ribu.
Penghasilan dari berjualan telur ayam itu ia manfaatkan antara lain untuk kebutuhan hidup sehari-hari serta membiayai pendidikan anaknya.
Rencananya, Pak Asdar juga ingin membuka toko telur sendiri.
Jangan Mudah Menyerah
Selama melakoni usaha jualan telur ayam, Pak Asdar mengakui memang ada kendala.
Namun, hal itu dianggap wajar karena siapa saja yang membuka atau menjalani usaha apapun pasti memiliki kendala masing-masing.
“Kita jalani saja dengan sabar karena semua usaha pasti ada kesuksesan di depan. Yang penting jangan mudah menyerah,” pesannya.(*)







