Nelayan Pulau Karanrang dan Mitra Diajar Pembibitan Karang Hias oleh Tim Matching Fund Politani Pangkep

PEMBIBITAN. Tim Program Matching Fund Politeknik Pertanian Negeri berfoto usai pelatihan dan pendampingan dalam Pembibitan Karang Hias Fo ke Generasi Turunan F1 di CV Rezky Bahari, Minggu (12/11/2023). (dok tim politani)

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Tim Program Matching Fund Politeknik Pertanian Negeri melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam Pembibitan Karang Hias Fo ke Generasi Turunan F1 di CV Rezky Bahari, Minggu (13/11/2023)

Kegiatan pelatihan dan pendampingan tersebut diikuti nelayan karang hias dari Pulau Karanrang Kabupaten Pangkep dan UKM mitra tim matching fund yakni CV. Rezky Bahari di Makassar.

Ketua Program Matching Fund Paharuddin didampingi para anggota tim Sulkifli, Irawan Alham, dan Ardiansyah mengatakan, pelatihan ini sesuai dengan agenda.

“Pelatihan dan Pendampingan Pembibitan Karang Hias dari Fo dan Anakan generasi/Turunan F1 ini sesuai agenda. Pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan lebih luas kepada masyarakat nelayan di Pulau Karanrang,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Paharuddin menambahkan, pelatihan ini sebagai salah satu kolaborasi perguruan tinggi dengan industri dalam sinergi, kolaborasi serta inovasi. Ia berharap kegiatan ini dapat berdampak sosial ekonomi berkelanjutan secara optimal khususnya dalam pengelolaan transplantasi karang hias.

Tidak hanya kepada nelayan dan pihak mitra industri karang hias, transfer pengetahuan juga diharapkan kepada mahasiswa yang terlibat dalam program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

Kegiatan Tim Padanan atau Matching Fund ini merupakan lanjutan pelatihan dan pendampingan yang sudah dimulai sejak Agustus 2023 sampai November 2023 di Pulau Karanrang dan Kota Makassar yang berlokasi di lokasi penangkaran atau farm dari CV Rezeki Bahari.

“Pelatihan ini kami laksanakan seperti pembibitan. Dmana proses dari Fo ke F1 ini memiliki peran sangat penting untuk menghasilkan karang hias yang baik. Memelihara karang hias Fo dengan baik dan memenuhi kebutuhan species karang yang dipelihara harus memperhatikan kondisi lingkungan.

“Selama proses Pendampingan pembibitan karang hias dari Fo ke F1 membutuhkan ketelatenan dan kesabaran, hal ini yang menjadi tujuan kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan pelatihan dan pendampingan,” lanjutnya.

“Proses pembibitan ini diharapkan dapat menghasilkan benih karang hias F1 yang sehat dan berkualitas tinggi sehingga dapat dipetik hasil dalam jumlah besar. Pembibitan ini juga untuk mengatasi masalah kelangsungan hidup terumbu karang yang dikonservasi dan direstorasi,” kata Paharuddin.

Kegiatan Matching Fund 2023 ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi inovatif lebih besar antara dunia akademisi dan industri serta mempercepat komersialisasi teknologi di industri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Keselarasan kolaborasi antara kalangan akademik perguruan tinggi dan dunia industri harus terus dioptimalkan. “Laut memanggiku seperti sejarah memanggil orang-orang hebat, laut mengajariku untuk tidak berhenti dalam berinovasi,” kata Paharuddin.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyatakan kolaborasi dan inovasi antara perguruan tinggi dan industri dengan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan.

Sinergi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan merupakan fase penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan program-program strategis ekonomi biru yang berkelanjutan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *