Tentunya, kalangan ‘emak-emak’ yang berperan sebagai ‘menteri keuangan’ sekaligus ‘Dirut Bulog’ rumah tangga pun ikut merasakan imbas melonjaknya harga minyak goreng.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel melaporkan bahwa pada periode Desember 2021, Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,92 persen (mtm, month to month) atau lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.
Inflasi terjadi di seluruh kelompok pengeluaran terutama pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, transportasi, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
Kenaikan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan konsumsi masyarakat seiring perayaan HBKN Natal dan momen pergantian tahun.

Komoditas penyumbang inflasi utama diantaranya adalah cabai rawit, minyak goreng, dan cabai merah.
Harga minyak goreng meningkat seiring dengan tren peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO) dunia yang masih berlanjut di bulan Desember 2021.(*)







