LUTIM, SOLUSINEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat melalui pelatihan peningkatan 25 kompetensi dasar bagi kader Posyandu. Kegiatan yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan itu bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan hingga tingkat desa.
Pelatihan dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Luwu Timur, Askar, didampingi Ketua Bidang II TP PKK Herni Bahar, Ketua Bidang IV TP PKK dr. A. Hiswanah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Nelli Muallim, serta dihadiri jajaran TP PKK, Dinas Kesehatan, dan para kader Posyandu.
Dalam sambutannya, Askar menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat sehingga peningkatan kapasitas mereka menjadi kebutuhan yang sangat penting.
“Dengan kader yang kompeten, kita dapat mempercepat penurunan stunting, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mengendalikan penyakit tidak menular demi terwujudnya masyarakat Luwu Timur yang sehat, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.
Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali kader dengan keterampilan yang mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari pelayanan ibu hamil, balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
Para peserta juga mendapatkan penguatan terkait pencatatan, pelaporan, edukasi kesehatan, dan deteksi dini berbagai masalah kesehatan di masyarakat.
Ketua Bidang IV TP PKK Luwu Timur, dr. A. Hiswanah, mengatakan kader PKK dan Posyandu memegang peranan penting dalam pelayanan promotif dan preventif di tengah masyarakat.
“Kader PKK dan Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap kader menguasai 25 kompetensi dasar yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan di semua siklus kehidupan,” jelasnya.
Sebanyak 128 kader Posyandu dari berbagai desa di Luwu Timur mengikuti pelatihan yang berlangsung dalam beberapa angkatan.
Para peserta yang telah mengikuti kegiatan ini nantinya diharapkan menjadi tutor sebaya untuk menularkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada kader lainnya di wilayah masing-masing.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menargetkan peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar, percepatan penanganan stunting, serta optimalisasi peran Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan warga. (*)







