LUWU TIMUR, SOLUSINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat upaya pembentukan karakter peduli lingkungan di kalangan pelajar melalui kegiatan edukasi bertajuk “Generasi Peduli Lingkungan Wujudkan Sekolah Bersih dan Berbudaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle)”.
Kegiatan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bekerja sama dengan Save the Children (STC) ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dari Aula Media Center Diskominfo-SP, Rabu (24/6/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari Healthier Smile yang bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia sekolah sekaligus mendorong satuan pendidikan menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Kegiatan diikuti perwakilan sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, sekolah luar biasa, serta berbagai pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran sekolah dalam membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Budaya 3R harus menjadi kebiasaan yang ditanamkan sejak usia sekolah. Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya,” ujar Aini.
Menurutnya, persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, edukasi mengenai pengurangan sampah, penggunaan kembali barang yang masih layak pakai, serta daur ulang perlu terus diperkuat, terutama di lingkungan sekolah.
Sementara itu, District Coordinator Save the Children, Rina Zulwiyati, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi sekolah-sekolah di Luwu Timur untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Salah satu langkah yang didorong adalah pembentukan bank sampah sekolah sebagai sarana edukasi sekaligus pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis.
“Melalui webinar ini, kami berharap sekolah-sekolah di Luwu Timur dapat mengimplementasikan budaya 3R dengan mulai memilah sampah-sampah yang ada di sekolah serta membentuk bank sampah sekolah sebagai sarana edukasi sekaligus pengelolaan sampah yang bernilai,” kata Rina.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif peserta didik dalam pengelolaan sampah tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan sehat, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap edukasi lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memperkuat budaya hidup bersih di sekolah serta mendukung lahirnya generasi yang peduli terhadap pelestarian lingkungan.
Langkah ini juga sejalan dengan berbagai program pendidikan lingkungan yang selama ini telah dikembangkan di daerah tersebut. (*)







