Penulis dan Penerbit Prancis Ambil Bagian dalam Ajang MIWF 2026 di Fort Rotterdam

Fabien Penone bersama Jules Irrmann didampingi Philippe Claudel dan Karína Hocíne, saat berdiskusi dengan penulis Makassar di kantor Konsulat Prancis Makassar (Alliance Française Makassar), Jl Maipa, Makassar, Jumat (15/5/2026).(*)

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Pihak pemerintah Prancis ikut berpartisipasi di ajang Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 yang dilaksanakan di Benteng Rotterdam, Makassar, selama empat hari, 14 hingga 17 Mei 2026.

Tahun ini, festival yang mengusung tema besar “Re-co-ordinate” tersebut menghadirkan fokus khusus bertajuk “MIWF meets France”, sebuah inisiatif strategis untuk memetakan ulang titik tumpu dan arah hadap kolaborasi literasi antara Indonesia dan Prancis.

Partisipasi Prancis dalam ajang MIWF ini menjadi salah satu poin dalam agenda pertemuan baru-baru ini antara Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pegard, di Paris pada 22 April lalu.

Kehadiran delegasi Prancis di ajang MIWF 2026 ini terdiri dari penulis sekaligus Presiden Académie Goncourt, Philippe Claudel, serta editor dan sekretaris jenderal dari penerbit kenamaan asal Prancis “Éditions Gallimard”, Karína Hocíne.

Bacaan Lainnya

Kehadiran Philippe Claudel dan Karina Hocine di MIWF menjadi nilai tambah dalam penguatan dalam agenda kolaborasi sastra dan budaya antar Prancis dan Indonesia, khususnya bagi penulis di Makassar.

Sekadar diketahui, penerbit Gallimart yang didirikan di Paris oleh Gaston Gallimard tahun 1911 telah menerbitkan sejumlah penulis best- seller seperti Marcel Proust, Albert Camus, dan Antoine de Saint-Exupéry (penulis “Pangerang Kecil”). Katalognya mencakup tidak kurang dari 38 pemenang Hadiah Nobel Sastra.

Pada MIWF 2026, diagendakan sedikitnya 144 program yang meliputi diskusi, pertunjukan, lokakarya, hingga kolaborasi lintas negara.

Ajang ini dibuka resmi Wali Kota Makasar Munafri Arifuddin, di Benteng Rotterdam, Kamis (14/5/2026), dimana Duta Besar Prancis untuk Indonesia-Timor Leste-ASEAN, Fabien Penone, hadir memberikan pidato pembukaan didampingi Konselor Kerja Sama dan Kebudayaan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia sekaligus Direktur Institut Français Indonésie, Jules Irrmann.

Delegasi Prancis juga meluangkan waktu memberikan keterangan pers kepada awak media di kantor Konsulat Prancis Makassar (Alliance Française Makassar), Jl Maipa, Makassar, usai menggelar diskusi dengan sejumlah penulis Makassar, Jumat (15/5/2026).

Philippe Claudel dan Karína Hocíne, saat memberi keterangan pers tentang ajang Choix Goncourt Indonesia 2026 di kantor Konsulat Prancis Makassar (Alliance Française Makassar), Jl Maipa, Makassar, Jumat (15/5/2026).(*)

Dalam sesi keterangan persnya, Fabien Penone bersama Jules Irrmann didampingi Philippe Claudel dan Karína Hocíne, menyampaikan keterlibatan Prancis dalam rangkaian program MIWF 2026 diantaranya pada sejumlah acara diskusi diantaranya bertajuk “Surealisme dan Magis dalam Sastra” yang menghadirkan Philippe Claudel dengan penulis Indonesia, Faisal Oddang.

Selain itu pada acara “Meet The Publisher” yang mempertemukan Karina Hocine dengan sejumlah penerbit Indonesia seperti Marjin Kiri, KPG, GPU, Sokong, dan Banana, guna membuka peluang karya Indonesia untuk terbit di Prancis dan begitu juga sebaliknya.

Pada Jumat (15/5/2026), agenda diskusi berlanjut dengan topik krisis ekologi melalui panel “Hidup dalam Marabahaya” yang menghadirikan Philippe Claudel bersama para aktivis lingkungan yaitu Rossy You dan Faris Gaban.

Choix Goncourt Indonesia

Kedatangan Cludel ke MIWF 2026 juga menandai peluncuran perdana Choix Goncourt Indonesia tahun ini, yaitu penghargaan sastra yang diprakarsai oleh Académie Goncourt.

Melalui ajang itu, mahasiswa Indonesia bisa memilih langsung penulis-penulis favorit mereka untuk dimoninasikan di Prix Goncourt.

Kepada awak pers, Philippe Claudel dan Karína Hocíne menyampaikan apresiasi atas antusiasme terhadap penulis Makassar yang karya-karyanya diharapkan suatu saat dapat dipublikasikan di Prancis seperti melalui Prix Goncourt.

Olehnya, mereka mengajak kepada mahasiswa program studi Bahasa Prancis dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dapat ambil bagian dalam “Choix Goncourt Indonesia”.

Choix Goncourt Indonesia adalah panggung bagi bagi mahasiswa program studi Prancis untuk menjadi juri sastra yang membaca, mendiskusikan, dan memilih novel favorit mereka dari pilihan karya-karya kontemporer.

Selain berpatisipasi di ajang MIWF 2026 di Kota Makassar, delegasi Prancis tersebut juga diagendakan melakukan kunjungan ke Taman Arkeologi Leang-leang di Kabupaten Maros didampingi Tim Promosi Sastra – Kementerian Kebudayaan RI pada Sabtu, 16 Mei 2026.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *