Program AUTS Ringankan Kerugian Peternak Sinjai yang Kehilangan Sapi

SINJAI, SOLUSINEWS.ID – Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) merupakan salah satu program unggulan Pemkab Sinjai dibawah kepemimpinan Bupati Andi Seto Asapa (ASA) yang memberi dampak positif bagi peternak.

Melalui program ini, peternak sapi yang kehilangan sapinya karena mengalami kematian atau kecurian, bisa mendapatkan dana asuransi yang membantu meringankan kerugian yang dialaminya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Sinjai, drh Charidjah, menjelaskan program asuransi ini juga bertujuan mengamankan indukan sapi yang selama ini banyak dipotong.

Apalagi, pemerintah sudah membuat peraturan pelarangan pemotongan betina produktif.

Bacaan Lainnya

Olehnya Pemkab Sinjai mendorong peternak sapi agar meng-asuransikan ternaknya. Bahkan, peternak bisa mendapat bantuan asuransi ternak secara gratis melalui program di sektor peternakan.

Disebutkan beberapa keuntungan atau manfaat akan diperoleh peternak yang mengikuti program ini, bilamana terjadi sesuatu pada ternak sapinya.

“Seperti mati akan menerima klaim uang pertanggungan sebesar Rp 10 juta per ekor. Dan jika hewan ternak hilang kecurian, klaim sebesar Rp 7 juta per ekor,” ungkapnya, Senin (19/4/2021).

Ajakan pemkab kepada peternak mengikuti program ini pun direspon positif dan target selalu tercapai.

Diharapkan, target tahun 2021 pun bisa tercapai dengan baik, apalagi populasi ternak sapi di Sinjai mencapai 120 ribu ekor lebih per tahun.

Data ternak sapi Sinjai yang terdaftar pada program AUTS tahun 2020 sebanyak 9.303 ekor. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2019 yaitu sebanyak 9.071 ekor.

Charidjah menambahkan hal itu terjadi karena adanya intervensi Pemkab Sinjai dengan mengalokasikan dana pembayaran premi asuransi bagi peternak.

Terkait hal itu, Bupati ASA menuturkan bahwa pemkab setempat memang hanya menganggarkan Rp 360 juta untuk membayar premi asuransi peternak.

Namun, manfaat yang dirasakan sudah luar biasa karena peserta asuransi ternak ini mendapatkan klaim asuransi yang mencapai Rp 2,1 miliar.

Selain itu, peternak merasa aman, nyaman, dan tenang karena sapinya sudah masuk dalam program asuransi.

“Kita berharap, program ini bisa menggairahkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Apalagi, usaha peternakan sapi bisa bertahan dalam kondisi apapun termasuk di masa pandemi seperti ini,” tuturnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *