MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Ranu Harapan kembali membuka pendaftaran peserta didik baru untuk tahun ajaran 2027. Lembaga pendidikan tersebut menawarkan konsep pendidikan yang memadukan penguatan agama dengan kemampuan akademik dan keterampilan bahasa.
Melalui Ranu Harapan Islamic School (RHIS) dan Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIIBS), peserta didik tidak hanya diarahkan untuk menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami kandungannya serta mengembangkan kemampuan bahasa Arab, bahasa Inggris dan akademik.
Pendiri Ranu Harapan Islamic School, Muhammad Ramli Rahim, mengatakan pendidikan seharusnya mampu mengintegrasikan bekal agama dengan kompetensi akademik dan keterampilan yang dibutuhkan anak untuk menghadapi masa depan.
“Yang ingin kami bangun di Ranu Harapan adalah pendidikan yang seimbang. Anak tidak hanya diarahkan untuk hafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami Al-Qur’an, memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris, serta kuat dalam akademik. Jadi, mereka punya bekal agama sekaligus kompetensi untuk menghadapi masa depan,” ujar Muhammad Ramli Rahim.
Menurut Ramli, kemampuan menghafal Al-Qur’an perlu berjalan beriringan dengan pemahaman, pembentukan karakter, dan penguasaan ilmu pengetahuan.
“Bagi kami, menjadi penghafal Al-Qur’an bukan berarti meninggalkan pelajaran umum. Justru kami ingin anak-anak tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, mampu berkomunikasi dengan baik, dan memiliki daya saing,” jelasnya.
Konsep pendidikan tersebut berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun fondasi keislaman peserta didik.
Ranu Harapan memandang kemampuan memahami Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam pendidikan. Karena itu, penguasaan bahasa Arab menjadi salah satu kompetensi yang diperkuat agar peserta didik tidak berhenti pada kemampuan menghafal, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memahami teks dan kandungan Al-Qur’an.
Di sisi lain, kemampuan bahasa Inggris juga diberikan sebagai bekal komunikasi dan menghadapi lingkungan yang semakin terbuka. Penguatan akademik, termasuk kemampuan dasar Matematika, turut menjadi bagian dari kompetensi yang ditargetkan.
Dengan perpaduan tersebut, Ranu Harapan ingin membentuk generasi yang memiliki fondasi agama sekaligus kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Dua Pilihan Pendidikan
Untuk memberikan pilihan sesuai kebutuhan keluarga, Ranu Harapan menyediakan dua model pendidikan, yakni RHIS dan RHIIBS.
Ranu Harapan Islamic School (RHIS) ditujukan bagi orang tua yang menginginkan anak mendapatkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam tanpa sistem asrama. Dengan model ini, anak tetap tinggal bersama keluarga sehingga pendampingan orang tua dapat berjalan secara langsung.
Sementara itu, Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIIBS) menawarkan sistem pendidikan berasrama dengan pembinaan yang lebih intensif.
Kedua program tersebut sama-sama mengusung konsep pendidikan yang memadukan hafalan dan pemahaman Al-Qur’an, kemampuan bahasa serta penguatan akademik.
Antusiasme orang tua terhadap konsep tersebut turut mendorong Ranu Harapan kembali membuka pendaftaran peserta didik baru untuk tahun ajaran 2027.
Bagi orang tua yang berminat mendaftarkan anak ke RHIS, pendaftaran dapat dilakukan melalui:
“Pendaftaran RHIS 2027” (https://bit.ly/SPMBRHIS2027)
Sementara pendaftaran Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIIBS) dapat dilakukan melalui:
“Pendaftaran RHIIBS 2027” (https://s.id/RHIIBS2027)
Ramli berharap konsep pendidikan yang dikembangkan Ranu Harapan dapat menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin anak memiliki keseimbangan antara pendidikan agama, karakter, kemampuan bahasa dan prestasi akademik.
Menurutnya, pendidikan idealnya tidak memaksa orang tua memilih antara bekal dunia dan akhirat. Keduanya justru dapat dipersiapkan secara bersamaan melalui pendidikan yang terintegrasi.
Ranu Harapan pun menargetkan peserta didik tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang tidak hanya dekat dengan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ilmu pengetahuan, karakter, kemampuan komunikasi dan daya saing untuk menghadapi masa depan. (*)







