Santri Tahfiz Panrita Kitta Sinjai juga Diajari Bahasa Arab dan Kitab Gundul

  • Whatsapp
Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA)

SINJAI, SOLUSINEWS.ID – Pembina Ponpes Darul Ihsan,  Ahmad Mumtazar, mengatakan respon desa di Sinjai terhadap program tahfiz Panritta Kitta yang diluncurkan Pemkab Sinjai sangat baik.

Terbukti, saat ini sudah ada puluhan desa yang mendaftarkan warganya dalam program Panrita Kitta. Bahkan, ada desa yang mengutus warganya lebih dari dua orang.

Bacaan Lainnya

“Bahkan ada desa yang mendaftarkan tiga hingga empat peserta seperti Desa Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Sembilan, mengutus tiga warganya dengan dasar pemerataan karena desa tersebut memiliki tiga dusun,” ungkapnya dalam rilis humas Kominfo Sinjai, Minggu (11/4/2021).

Program Panrita Kitta akan berjalan selama tiga tahun. Selain diharapkan mampu menghafal Quran, peserta program ini juga akan mempelajari Bahasa Arab, Bahasa Inggris, hingga kitab kuning atau kitab gundul.

Peserta program Panrita Kitta juga akan diasramakan serta diberi fasilitas uang saku setiap bulan.

“Tahun pertama diharapkan mampu menghafal Quran 30 juz. Tahun kedua fokus pada Bahasa Arab dan Inggris. Tahun ketiga, fokus pada kitab gundul atau kitab kuning,” jelasnya.

Ahmad menilai program ini merupakan pemikiran yang cemerlang dari seorang Bupati ASA sejak mendapat amanah memimpin Kabupaten Sinjai bersama Wakil Bupati Andi Kartini Ottong.

“Sangat jarang daerah lain memiliki program keagamaan seperti ini. Kalaupun ada hanya program 1 desa 1 hafiz,  sedangkan kita di Sinjai 1 desa 2 hafiz,” tuturnya dalam rilis humas Kominfo Sinjai, Minggu (11/4/2021).

Ditambahkan, output program ini bisa melahirkan santri yang mampu menjadi imam masjid maupun imam desa sehingga Kabupaten Sinjai tidak akan kekurangan penghafal Quran.(*)

solusibayar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *