MAROS, SOLUSINEWS.ID – Kesuksesan dalam bisnis tak melulu tentang omzet tetapi juga tentang rasa, selain rasa produk yang disukai pelanggan ternyata ada juga unsur rasa sosial.
Rasa ini bisa muncul dari interaksi dengan pelanggan atau silaturahmi dengan teman maupun kerabat dekat.
Kira-kira seperti itulah yang dirasakan peracik kopi legendaris di Maros, Arsyad Daeng Lira yang akrab disapa Ba’ba.
Dg Lira dikenal sebagai pemilik brand Warkop Dg Te’ne di Maros dan owner Warkop Kopi Pagi di kawasan kuliner Pantai Tak Berombak, Kabupaten Maros.
Ba’ba memulai usaha warkop tahun 2008 dengan nama Dg Te’ne yang berlokasi dekat jembatan Sungai Maros, tak jauh dari Coto Dili.
Tahun 2013, Dg Lira memindahkan warkopnya ke Jl Azalea, Maros. Disana, Warkop Dg Te’ne tetap eksis dan tak kekurangan pengunjung.
Namun, di tahun 2017, di momen perhelatan politik, Dg Lira gantung teko alias menutup usaha perkopiannya.
Dua tahun menyepi, Dg Lira kemudian kembali membuka usaha warkop di tahun 2019 dengan nama baru yaitu Kopi Pagi yang berlokasi di sudut ruko kawasan PTB.

Saat dijumpai di Warkop Kopi Pagi, Rabu (20/10/2021), Dg Lira Pria asal Malewang, Desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, ini mengaku mendirikan warkop Kopi Pagi dengan tujuan utama silaturahmi.
“Warkop ini juga lebih ke arah silaturrahmi. Sejak tinggalkan bisnis kopi selama 2 tahun itu, silaturrahmi dengan teman-teman berkurang. Dan saat buka usaha kembali, teman-teman akhirnya kembali hadir satu persatu,” ungkap Dg Lira.
Dengan kembali hadirnya teman-teman bisa bersua dan mengobrol bersama di warkop tersebut, Dg Lira mengaku kian termotivasi beraktivitas dan menjalankan bisnis warung kopinya.
Penamaan Kopi Pagi, konon mengambil nama usaha sebelumnya di ruko tersebut yaitu toko mebel dengan nama Sinar Pagi.
Warkop Kopi Pagi Dg Te’ne ini punya konsep beda dengan warkop Dg Te’ne lain miliknya. Namun, rasa kopi tetap dari sumber resep racikan yang sama, Dg Lira.

Warkop ini selalu ramai ditongkrongi pengunjung dari berbagai kalangan antara lain politisi, pengusaha, aktivis, maupun PNS.
Pengunjung warkop ini bisa menyeruput secangkir kopi sambil menikmati pilihan aneka kue tradisional.
Nah, bila Anda penikmat kopi dan suka dengan kue tradisonal, belum lengkap rasanya melancong atau melintasi kota Kabupaten Maros jika belum mengunjungi Kopi Pagi.
Jangan khawatir, bila berada di Maros pada sore atau malam hari karena Kopi Pagi buka mulai pukul 08.00 pagi hingga 12.00 malam.(*)








Berita yang inspiratif