MAROS, SOLUSINEWS.ID — Upaya digitalisasi pariwisata Kabupaten Maros kembali menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 66 Desa Wisata kini resmi tampil dan dapat diakses melalui platform pariwisata digital Pigitrip.com. Kehadiran ini menandai Maros sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang mempublikasikan seluruh desa wisatanya secara lengkap dalam satu ekosistem digital.
Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Maros, Suwardi Sawedi, menyebut langkah ini sebagai terobosan penting dalam meningkatkan kualitas promosi daerah.
“Digitalisasi desa wisata ini sangat strategis. Melalui Pigitrip, setiap desa memiliki ruang promosi yang lebih luas dan modern. Wisatawan bisa menemukan informasi lebih mudah, dan ini tentu berdampak pada peningkatan kunjungan,” ujar Suwardi.
Sementara, Sekretaris Dinas Pariwisata Maros, Yusriadi, menambahkan bahwa platform digital seperti Pigitrip merupakan kebutuhan bagi desa wisata yang ingin berkembang.
“Desa wisata Maros harus dikenal secara nasional bahkan internasional. Dengan hadir di Pigitrip.com, promosi kita lebih tertata dan mudah diakses oleh siapa saja,” jelasnya.
Founder Pigitrip.com sekaligus Ketua BPPD Maros, Rudihartono, menyampaikan bahwa integrasi desa wisata di Pigitrip adalah bagian dari komitmen untuk menjadikan Maros sebagai role model pariwisata digital Indonesia.
“Pigitrip hadir untuk membantu desa wisata tampil lebih profesional. Semua informasi mulai dari destinasi, UMKM, akses lokasi hingga kontak WhatsApp pengelola tersedia secara lengkap,” ujarnya.
Di Pigitrip.com, wisatawan dapat menemukan beragam informasi terkait desa wisata, seperti:
Deskripsi destinasi dan daya tarik, Foto dokumentasi, Titik koordinat dan rute perjalanan, Rekomendasi aktivitas, Produk UMKM desa, Kontak pengelola melalui WhatsApp
Dengan kehadiran 66 desa wisata di Pigitrip.com, Kabupaten Maros semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah inovatif.







