SOLUSINEWS.ID – Perusahaan situs belanja online terbesar yang berkantor pusat di Singapura kembali menutup sejumlah kantornya di sejumlah negara di Amerika Latin.
Kabar terbaru, kantor operasinal Shopee empat di Chili, Kolombia, Meksiko, dan Argentina, ditutup.
Bersumber dari tulisan di Reuters, Shopee juga akan memotong sebagian besar timnya di negara-negara tersebut.
Dikutip Jumat (9/9/2022), hanya di Brasil, kantor operasional Shopee yang dipertahankan.
Berdasarkan keterangan email yang dituliskan Chief Executive Shopee, Chris Feng, kepada karyawannya, menyebutkan penutupan kantor Shopee di beberapa Amerika Latin itu karena kondisi ketidakpastian ekonomi makro yang meningkat saat ini.
Olehnya perusahaan memfokuskan sumber daya hanya pada operasi inti dengan memutuskan konsentrasi bisnis pada model lintas batas pada Shopee Meksiko, Kolombia, dan Chili.
Penutupan ini mengikuti kebijakan serupa pada Bulan Maret 2022 dimana dilakukan penutupan kantor Shopee di India dan Perancis.
Disusul pada bulan Juni, Shopee memangkas pekerjaan di seluruh divisi e-commerce dan pengiriman makanan di Asia Tenggara dan Amerika Latin.
Efeknya, sejumlah calon pegawai batal mendapatkan pekerjaan di Shopee selama dua minggu.
Akibat kondisi ekonomi global tersebut, bos Shopee, Forrest Li sebagai pendiri dan CEO SEA Ltd (induk Shopee dan Garena), pada Mei lalu dilaporkan kehilangan pundi-pundi kekayannya.
Forrest Li yang pernah menyandang status orang terkaya di Singapura dengan harta mencapai setara Rp 319 triliun itu dilaporkan nilai kekayaannya lepas 1 triliun dolar akibat anjloknya harga saham SEA di bursa Amerika serikat.
Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index saat itu, kekayaan pendiri Shopee itu tersisa Rp 68,15 triliun atau kekayaannya menyusut sebesar Rp 250,85 triliun.(*)







