MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Direktur Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim) Dr Ir Amrin SE ST MM MAP CRP CIQA menjalani ujian tesis di Ruang Sidang S2 Pascasarjana UKI Paulus, Jl Opu Dg Siraju, Makassar, Kamis (5/3/2026).
Selangkah lagi Amrin meraih gelar Magister Teknik dari Program Studi S2 Teknik Mesin Program Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar.
Sidang ujian tersebut dipimpin Prof Dr Ir Musa B Palungan MT sebagai ketua sekaligus pembimbing I; Dr Ir Atus Buku ST MT sebagai sekretaris merangkap pembimbing II; serta anggota penguji Prof Dr Ir Yoel Pasae ST MT, Dr Ir Corvis L Rantererung MT dan Dr Ir Yafet Bontong ST MT.
Dalam sidang tersebut, Amrin mempresentasikan riset berjudul Pengaruh Perlakuan Panas terhadap Baja Karbon Menengah. Penelitian ini menelaah bagaimana variasi temperatur dan waktu tahan pada proses heat treatment memengaruhi kekuatan tarik, kekerasan, serta struktur mikro baja karbon tipe AISI 1042.
Di hadapan komisi penguji, Amrin menjelaskan bahwa kajian mengenai interaksi antara temperatur pemanasan dan waktu tahan masih relatif terbatas, terutama pada baja karbon menengah dengan media pendingin air.
“Sebagian besar penelitian terdahulu lebih fokus pada jenis media pendingin atau metode perlakuan panas. Padahal kombinasi temperatur dan waktu tahan berperan besar terhadap transformasi struktur mikro,” kata Amrin dalam paparannya.
Dalam risetnya, Amrin menggunakan tiga variasi temperatur pemanasan, yakni 650 derajat Celsius, 750 derajat Celsius, dan 850 derajat Celsius. Setiap temperatur diuji dengan waktu tahan 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Spesimen baja dipanaskan dalam furnace bersuhu terkontrol, lalu didinginkan cepat menggunakan media air.
Untuk menjamin keakuratan hasil, setiap perlakuan diuji minimal pada tiga spesimen. Pengujian mekanik dilakukan melalui uji tarik standar ASTM E8 dan uji kekerasan Vickers. Seluruh data kemudian dianalisis menggunakan metode statistik ANOVA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur heat treatment, semakin besar pula kekuatan tarik yang dihasilkan pada waktu tahan yang sama.
Ia menyimpulkan bahwa temperatur heat treatment menjadi faktor dominan dalam meningkatkan kekuatan mekanik baja karbon menengah, disusul oleh faktor waktu tahan.
Kombinasi temperatur 850 derajat Celsius dengan waktu tahan 90 menit menjadi konfigurasi paling optimal dalam penelitian tersebut. Pada kondisi itu terbentuk struktur martensit yang lebih homogen sehingga meningkatkan kekuatan tarik dan kekerasan material.
Pembimbing utama Prof Dr Ir Musa B Palungan MT menilai penelitian ini memiliki kontribusi praktis bagi dunia industri, khususnya pada sektor manufaktur dan konstruksi.
“Doktor Amrin berhasil menunjukkan bahwa pengendalian temperatur adalah kunci dalam meningkatkan performa baja karbon menengah. Data statistiknya kuat dan metodologinya rapi,” kata Prof Musa.
Menurut dia, hasil riset ini berpotensi menjadi rujukan dalam proses perlakuan panas komponen mesin yang membutuhkan kombinasi kekuatan dan kekerasan tinggi.
Sementara itu, penguji Prof Dr Ir Yoel Pasae ST MT yang juga Direktur Pascasarjana UKI Paulus Makassar, menilai penelitian tersebut menegaskan pentingnya konsistensi pengendalian suhu dalam praktik industri.
“Penelitian ini menegaskan bahwa sedikit perbedaan temperatur dapat menghasilkan perubahan sifat mekanik yang signifikan. Ini relevan untuk proses produksi skala besar,” ujar Yoel.
Ia juga menilai capaian Amrin sebagai pimpinan perguruan tinggi yang tetap aktif menempuh pendidikan merupakan contoh semangat belajar sepanjang hayat. “Ini contoh nyata lifelong learning. Seorang pemimpin akademik tetap belajar dan meneliti,” katanya.
Pembimbing kedua Dr Atus Buku menambahkan, penelitian yang diangkat Direktur Polimarim ini menguatkan teori semakin tinggi temperatur perlakuan panas, kekuatan tarik meningkat secara signifikan. “Hubungannya berbanding lurus,” ujarnya.
Pada waktu sebelumnya, Wakil Direktur IV Bidang Kerja Sama dan Alumni Polimarim AMI, Dr Ir Anwar Tahir ST MM IPM ASEAN Eng juga menjalani ujian tesis.
Anwar Tahir mengangkat penelitian berjudul Analisis Pengaruh Temperatur, Waktu Penahanan, dan Laju Pendinginan terhadap Struktur Mikro dan Kekuatan Tarik Baja Karbon Rendah pada Proses Heat Treatment.
Komisi ujian Anwar dipimpin Dr Ir Corvis L Rantererung MT sebagai ketua sekaligus pembimbing I dengan Dr Ir Yafet Bontong ST MT sebagai sekretaris dan pembimbing II.
Sedangkan yang menjadi anggota penguji adalah Prof Dr Ir Yoel Pasae ST MT, Dr Ir Atus Buku ST MT serta Dr Ir Nitha ST MT IPM ASEAN Eng.
Sidang tesis keduanya digelar secara blended, luar jaringan (luring) di kampus Pascasarjana UKI Paulus Makassar dan diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom oleh penguji dan mahasiswa. Baik Amrin maupun Anwar dinyatakan lulus dengan predikat nilai A.
Pembelajaran Sepanjang Hayat
Pada kesempatan terpisah, Direktur PPs UKI Paulus Makassar Prof Yoel Pasae menyebut Direktur Polimarim AMI Makassar sebagai sosok pembelajar yang tak pernah surut dalam menempuh pendidikan.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengarusutamakan lifelong learning (pembelajaran sepanjang hayat) melalui pendekatan strategis yang disebut Dikti Saintek Berdampak.
“Doktor Amrin ini benar-benar sosok pembelajar, sesuai program Kemendikti saintek lifelong learning. Waktu saya bawakan kuliah, saat saya absen, ternyata direktur Polimarim menjadi salah satu peserta,” kata Prof Yoel.
“Beliau mengikuti perkuliahan dari awal sampai selesai. Selalu mengerjakan tugas-tugas kuliah tepat waktu. Padahal sebagai pimpinan pasti sangat sibuk,” lanjut guru besar Teknik Mesin ini.
Gelar Magister Teknik atau MT adalah gelar ke-9 yang telah dicapai Amrin. Ia memiliki satu gelar ahli madya, dua gelar sarjana, dua gelar magister, profesi insinyur, gelar doktor, dan dua sertifikat kompetensi. (*)







