Sulsel Kampanyekan Sagu sebagai Alternatif Makanan Pokok di Acara Gerakan Pangan Murah

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman membuka Gerakan Pangan Murah dalam rangka Hari Jadi ke-353 Sulsel di Gedung Kartini, Makassar, Kamis (20/10/2022).(*)

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman membuka Gerakan Pangan Murah dalam rangka Hari Jadi ke-353 Sulsel di Gedung Kartini, Makassar, Kamis (20/10/2022).

Gerakan Pangan Murah ini berlangsung serentak di enam wilayah (zona) di Sulsel mulai Tanggal 20 sampai 25 Oktober 2022.

Sejumlah bahan pangan dijual dengan harga lebih terjangkau atau lebih murah dibanding harga pasar.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Perkebunan Kementrian Pertanian Andi Nur Alam Syah mengatakan Provinsi Sulsel adalah salah satu provinsi sentra sagu nasional.

Bacaan Lainnya

Dengan areal perkebunan sebesar 3.700 hektar dan produksi mencapai 3.182 ton per tahun.

Kabupaten Luwu dan Luwu Utara merupakan sentra produksi sagu di Sulawesi Selatan.

“Kami menggandeng Unhas untuk mengembangkan pengolahan sagu di Sulawesi Selatan sehingga menjadi sentra nasional ke depannya,” ujarnya.

Usai membuka Gerakan Pangan Murah, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman membagikan bantuan dari Kementerian Pertanian kepada sejumlah kelompok tani.

Bantuan tersebut berupa tiga alat pengolah sagu senilai Rp 100 juta kepada Kelompok Tani (Poktan) Serumpung Sagu dari Kabupaten Luwu Utara.

Poktan Pasir Putih dari Luwu Utara, UD Tiga Rasa dari Luwu, dan Kelompok Wanita Tani P. Bulaweng dari Luwu.

Kementan juga memberikan bantuan bibit kopi senilai Rp 850 juta, bantuan benih keledai senilai Rp 19,5 miliar, dan bantuan pupuk cair senila Rp 1 miliar.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengatakan khusus bantuan alat pengolahan sagu itu sebagai bukti komitmen Pemerintah Sulsel dalam pengembangan diversifikasi pangan di wilayahnya.

“Saya menghargai Gerakan Pangan Murah (GPM) ini sebagai upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pokok strategis. Ini juga untuk menekan inflasi di sektor pangan,” katanya.

Pangan Sulsel Berlebih

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel Kemal Redindo Syahrul menegaskan, wilayah Provinsi Sulsel tidak kekurangan bahan pangan bahkan berlebih.

Kendati demikian, pihaknya tetap waspada karena perubahan cuaca ektrem dapat sewaktu-waktu mengganggu stabilisasi harga dan pasokan bahan pangan lokal.

“Karena itulah kami mengadakan Gerakan Pangan Murah. Selain untuk memastikan harga dan pasokan bahan pangan tetap stabil, juga untuk menekan inflasi di sektor pangan,” kata Redindo yang juga putra Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, di acara Gerakan Pangan Murah Pemprov Sulsel.

Gerakan Pangan Murah ini juga melibatkan Bappenas RI, Kementrian Pertanian RI, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, tim Penggerak PKK Sulsel, dan pemerintah kabupaten/kota di seluruh Sulsel.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *