MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Atue di Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur ditargetkan Mulai Beroperasi Tahun 2026.
Hal itu disampaikan Bupati Lutim Irwan Bachri Syam saat memberi sambutan pada acara buka puasa bersama (Bukber) Pemkab Lutim dengan KKLT dan mahasiswa Luwu Timur di Kota Makassar, Sabtu (14/3/2026), di Aula Masjid Al Markaz Makassar.
Rumah Sakit Gigi dan Mulut ini merupakan salah satu program prioritas Pemkab Luwu Timur dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan gigi dan mulut.
“Rumah Sakit dan Gigi Atue di tahun ini kita targetkan sudah dapat dioperasikan. Anggarannya sudah kita siapkan,” kata Bupati Irwan.
Selain itu, pembangunan RS Tipe B Malili juga terus digenjot yang diharapkan Tahun 2027 sudah bisa mulai difungsikan.
Pembangunan RS Tipe B di Malili ini dibangun karena selama ini di Malili, sebagai daerah ibukota Kabupaten Luwu Timur memang belum terdapat satu pun RSUD.
RSUD utama Pemkab Lutim yaitu RS I Lagaligo sendiri berada di Kecamatan Wotu yang berjarak sekitar 48 kilometer dari ibukota Luwu Timur di Malili, dengan jarak tempuh antar kedua kecamatan sekitar 1 jam berkendara darat.
RSUD tipe B Malili ini akan menjadi pusat rujukan bagi rumah sakit maupun puskesmas di Luwu Timur dan daerah perbatasan.
Bupati Irwan menyebutkan pembangunan RSUD Tipe B ini dirancang dengan bangunan berlantai dua di atas lahan seluas 15 hektare di Desa Puncak Indah dengan melibatkan kerjasama Pemkab Lutim dengan PT Vale.
Terkait dengan pembangunan RSGM Atue dan RSUD Tipe B Malili tersebut, Bupati Irwan juga mewanti-wakti pelayanan puskesmas agar tidak membebani dan menyulitkan pasien dari mana saja dengan meminta tarif jasa atau biaya pelayanan kesehatan.
“Untuk puskesmas, tidak boleh ada satu persen pun biaya. Walaupun (pasien) bukan orang Luwu Timur yang dilayani,” tegas Bupati Irwan.
1 Ambulans 1 Desa
Tahun 2026 juga, Pemkab Lutim dibawah kemudi Irwan Bachri Syam akan memprogramkan pengadaan 1 ambulans 1 desa.
“Ini akan kita uji coba untuk 37 desa, satu sopir (ambulans), dan 1 bidan. Program ambulans per desa ini bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan dan meringankan beban masyarakat,” terang Irwan.
Selanjutnya, program ini akan diterapkan bertahap di desa lainnya yang ada di Luwu Timur.(*)







