Tari Caci Umat Warnai Peresmian Gedung Serbaguna Paroki St Tomas MR Manggarai NTT

MANGGARAI, SOLUSINEWS.ID – Peresmian gedung Serbaguna Paroki St Tomas Morus Robek Keuskupan Ruteng Manggarai NTT dimeriahkan dengan pementasan Caci Umat Katolik pada Rabu 30 November 2022.

Pementasan dilakukan bersama Pastor Paroki St.Thomas Morus Robek Kevikepan Reo keuskupan Ruteng Manggarai NTT sekaligus meresmikan gedung serbaguna paroki secara adat Manggarai.

Peresmian gedung itu diisi dengan acara ritual adat ritual ‘Kebeng’ serta tari caci adat Manggarai.

Pemain caci berasal dari Gendang Cenop sebagai ‘Meka Landang’ atau tamu penantang dalam permainan tari caci.

Bacaan Lainnya

Caci memiliki nilai seni dan gaya (ombeng), seni memukul serta seni menangkis .

Sebelum tudak Kebeng berlangsung, juru bicara adat setempat sebagai tuan rumah sekaligus panitia terlebih dahulu menyapa dan menyambut para tamu dalam sesi adat ‘kapu atau kepok’.

Acara adat Kapu atau Kepok merupakan simbol penerimaan tamu secara resmi dalam budaya Manggarai.

Setelah itu, para tamu menyatakan dukungan terhadap peresmian gedung serbaguna.

Mulai dari Vikep Reo, pastor paroki Loce, Pemkab Manggarai, pemerintah Kecamatan Reok dan Reok Barat, para tu’a lumpung se wilayah paroki Robek serta tamu lainnya.

Setelah ritual Kebeng, dilanjutkan permainan caci di samping gedung Serbaguna atau depan Gereja Paroki StThomas Morus Robek.

Pastor Paroki StThomas Morus Robek, Romo Lazarus Pice Jonta Pr mengatakan upacara adat peresmian gedung serbaguna tersebut merupakan bagian dari rangkaian puncak pariwisata holistik Keuskupan Ruteng.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara masyarakat adat dan gereja dalam melanjutkan tradisi leluhur,” katanya.

Menurutnya, agama dan budaya pada masyarakat setempat itu sangat inkulturatif atau tidak bertentangan dengan ajaran Katolik.

Gedung Serbaguna tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan serta kegiatan masyarakat luas, bahkan terbuka bagi umat agama lain.

Karena di wilayah Paroki Robek tidak hanya terdapat umat Katolik namun juga umat Muslim.

Sementara Romo Lazarus mengharapkan dengan adanya gedung serbaguma tersebut, kalangan anak muda Paroki Robek dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensinya.

Ia menambahkan, Paroki Robek juga memiliki konsep sebagai Taman Wisata Rohani sekaligus menjadi pusat kegiatan kerohanian.

Terkait hal itu, Romo Lazarus berencana membangun Kapela Adorasi, Gua Maria, dan juga Lumpung sebagai simbol adat.

Sementara Seksi Budaya dan Pariwisata Paroki Robek, Rikardus Ganggung, mengatakan pentas seni budaya merupakan salah satu cara menunjukkan potensi budaya dan pariwisata daerah setempat.

Menurutnya, Paroki Robek memiliki potensi pariwisata sebab alamnya unik dan indah. Salah satunya adalah panorama alam laut.

Selain itu Robek sebagai pusat paroki berada tidak jauh dari bentangan bibir pantai.

Ia berharap pemerintah, gereja, dan masyarakat dapat berkolaborasi menata potensi pariwisata di wilayah paroki Robek dengan baik agar menjadi objek wisata yang lebih dikenal luas masyarakat.

Hadir dalam upacara puncak peresmian serbaguna atau ritual Kebeng antara lain Vikep Kevikepan Reo keuskupan Ruteng, Romo Herman Ando,Pastor Paroki Loce,

Romo Tarsi Obot,Pr,utusan Bupati Manggarai,Sil Hadir,Camat Reok,Camat Reo Barat,

Sejumlah Kepala Desa se paroki Robek, tenaga medis, DPP dan para Dewan Stasi, serta Ketua KBG se Paroki Robek,

Para Tu’a Gendang Lumpung Mukang, tokoh masyarakat, tokoh agama, pihak TNI dan Polri.

Selain itu hadir juga perwakilan dari Pater Kamelus Kamus, CICM dan Mr Julian sebagai donatur utama pembangunan gedung serbaguna serta donatur lain.

Mereka menghadiri ritual adat Kebeng sambil mengenakan kemeja putih dipadu bawahan sarung Songke khas Manggarai.(Paulus Nabang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *