MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Sekitar 50 taruna tingkat dua Program Studi D4 Transportasi Laut Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim) mengikuti kuliah lapangan di PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Persero) di Jalan Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Rabu, 16 Juli 2025.
Kuliah lapangan tersebut mengangkat tema utama “Penerapan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Manajemen Lingkungan di Industri Perkapalan”. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi sambutan dan pengarahan dari manajemen PT IKI yang berlangsung di aula galangan kapal milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
Manajer K3 dan Lingkungan PT IKI, Ir. Akbar Nur, menjadi pemateri utama dalam kegiatan ini. Ia memaparkan pentingnya budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja industri berat seperti galangan kapal.
“Setiap individu yang memasuki area produksi wajib mengikuti standar operasional prosedur (SOP) K3. Lingkungan kerja kami penuh risiko, sehingga zero accident adalah target mutlak,” kata Akbar Nur di hadapan para peserta.
Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap prosedur keselamatan adalah bagian dari budaya kerja di PT IKI. Bahkan, taruna yang hanya berkunjung pun diharuskan mengenakan alat pelindung diri (APD) dan mematuhi aturan yang berlaku di area kerja.
Sesi berikutnya diisi oleh Manajer Dok, Askari Mukhtar, yang menjelaskan proses reparasi dan pembangunan kapal serta sistem pengelolaan limbah yang diterapkan perusahaan. Menurutnya, aktivitas galangan kapal menghasilkan sampah dalam jumlah besar, terutama saat proses docking kapal penumpang.
“Satu kapal yang masuk dok bisa menghasilkan hingga 20 ton sampah. Ini berasal dari limbah kapal yang harus kami bersihkan sebelum proses perbaikan dimulai,” jelas Askari.
Akbar Nur menambahkan, PT IKI telah memiliki fasilitas pengelolaan limbah yang memadai, termasuk Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah domestik serta gudang penyimpanan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Kegiatan kuliah lapangan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri. Taruna Polimarim mendapatkan wawasan langsung tentang standar K3 di industri galangan kapal serta bagaimana perusahaan besar seperti PT IKI mengelola risiko kerja dan limbah secara profesional.
Menurut salah satu dosen pembimbing yang ikut mendampingi, kegiatan ini dirancang untuk mendekatkan taruna dengan praktik dunia industri dan meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja setelah lulus.
“Pengenalan langsung terhadap SOP K3 dan sistem manajemen lingkungan sangat penting, karena mereka akan bekerja di sektor yang sama. Teori di kampus saja tidak cukup,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Polimarim Makassar berharap dapat terus memperkuat kompetensi praktis tarunanya, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja dan kepedulian terhadap lingkungan sedini mungkin. (*)







