MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Pemerintah Kota Makassar melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan menggelar Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah lingkup Kota Makassar.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 300 peserta ini berlangsung di Hotel Karebosi Premier Makassar, 2-3 April 2026.
Peserta bimtek terdiri dari kepala TK/PAUD, SD, SMP negeri dan swasta se-Kota Makassar, serta calon kepala sekolah yang telah lulus seleksi Kementerian Pendidikan (BCKS).
Bimtek ini merupakan upaya Pemkot Makassar yang dinakhodai Munafri Arifuddin dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Makassar.
Selain itu bertujuan memperkuat kemampuan manajerial dan kepemimpinan kepala sekolah, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Para peserta dibekali materi dari sejumlah narasumber dari kalangan pakar pendidikan profesional dan praktisi leadership dengan berbagai latar belakang keilmuan.
Narasumber dan materi bimtek yaitu:
- Dr Andi Asma Zulista Ekayanti SE, MM CGCAE (materi: Memujudkan Budaya Disiplin dan Karakter Positif guna Mencegah Penyimpangan di Lingkungan Sekolah).
- Dr Arman Agung M.Pd (Transformasi Budaya Reflektif melalui Instructional Coaching antar Guru)
- Rahmatiah S.Si, M.Si (Strategi Pengambilan Keputusan Berbasis Data Rapor Pendidikan)
- Andi Taufik Aris ST (Kepemimpinan Berbasis Streghths-Based Leadership untuk Optimalisasi SDM)
- Prof Dr Farida Aryani M.Pd (Strategi Penguatan Eksositem Sekolah Ramah Anak melalui Positive Discipline)
- Dr Tamrin S.Pd, M.Pd (Strategi Pengembangan Literasi dan Numerasi di Sekolah)
- Ir Imran S.Kom, MT (Sistem Penjamina Mutu Internal)

Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhammad Yunus Sunusi, menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah agar sehingga proses belajar mengajar di Kota Makassar dapat berjalan lebih efektif dan berkualitas,” ujarnya.
Ia menyebutkan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan kali ini sebanyak 300 orang. Namun masih terdapat sekitar 200 kepala sekolah yang belum terakomodir.
“Insya Allah kedepan kami akan kembali menggelar pelatihan serupa bagi kepala sekolah yang belum sempat mengikuti kegiatan ini,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para kepala sekolah mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan sekolah masing-masing, serta mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing di Kota Makassar.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antar kepala sekolah dalam berbagi pengalaman dan praktik baik (best practice) demi peningkatan kualitas pendidikan secara merata di seluruh wilayah kota.(*)







