SAMATA, SOLUSINEWS.ID – Usaha jualan nasi kuning dengan di bawah Rp 10 ribu per bungkus atau seporsi mungkin jarang dijumpai di tepi-tepi jalan.
Umumnya, nasi kuning yang dijajakan secara mobile atau menggunakan kendaraan yang mangkal di tepi-tepi jalan dijual rata-rata seharga Rp 10 ribu.
Lain halnya jika dijual di kawasan perumahan, biasanya masih ada pedagang yang menjual nasi kuning dengan harga di bawah Rp 10 ribu per bungkus, bahkan ada seharga Rp 5 ribu saja.
Meski demikian, ada pedagang nasi kuning mobile yang berjualan di atas kendaraan yang mangkal di tepi jalan yang menawarkan paket harga mulai Rp 5 ribu sebungkus.
Salah satunya bisa ditemukan di jalan poros Sultan Alauddin, Kabupaten Gowa, atau di depan kampus UIN Alauddin Samata.
Penjual nasi kuning dengan harga mulai Rp 5 ribu ini, Bu Sri, pun selalu laris. Karena berada di dekat kampus, tak heran segmen pasarnya kebanyakan kalangan mahasiswa.
Selain mahasiswa, Bu Sri mengaku pembeli nasi kuningnya juga sebagian dari kalangan pekerja atau buruh.
Ia mengaku sudah mulai berjualan nasi kuning di lokasi tersebut sejak tahun 2020 menggunakan mobil.
“Jadi gampang berpindah-pindah tempat karena pada siang hari biasanya saya berjualan di sekitar Jl Hertasning baru,” ungkapnya saat dijupai solusinews , Kamis (17/3/2022).
Di depan kampus UIN Alauddin Samata, ia mulai mangkal pukul 06.00 hingga 15.00 wita.
Kemudian pada pukul 17.00 hingga 20.00 wita, barulah ia mangkal di sekitar Jl Hertasning baru.
“Kadang-kadang kalau jualan cepat habis, ya cepat pulang juga,” tambahnya.
Lalu apa saja isi menu nasi kuning harga Rp 5 ribu yang dijual dan tetap laris ?
Bu Sri menyebutkan paket nasi kuning harga Rp 5 ribu per bungkus itu hanya berisi nasi kuning dan telur saja.
“Sementara untuk satu porsi nasi kuning lengkap dengan lauk ayam, telur, dan tempe, itu harganya Rp 10 ribu,” terangnya.
Untuk bahan jualan nasi kuning dalam sehari, Bu Sri sedikitnya menyiapkan beras 15-20 kilogram (Kg).
Disajikan hangat
Bu Sri mengungkapkan salah satu tips atau resep jualan nasi kuningnya selalu laris di kalangan mahasiswa dan pekerja.
Tipsnya yaitu nasi kuningnya selalu disajikan dalam keadaan hangat. Selain itu penjual harus bersikap ramah kepada pembeli.
Hal itu akan membuat konsumen untuk kembali membeli atau berlangganan nasi kuning.
Selain menjual di tepi jalan di dua lokasi daam sehari, Bu Sri juga melayani pemesanan online via media sosial, WhatsApp.(*)







