LUTIM, SOLUSINEWS.ID– Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kesehatan mulai melaksanakan verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terhadap 20 desa dan kelurahan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari perilaku yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan verifikasi tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, bersama tim verifikator yang melibatkan lintas sektor terkait.
Verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan desa dan kelurahan sasaran telah memenuhi indikator lima pilar STBM.
Dr. Helmy menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar proses penilaian administratif, melainkan bentuk evaluasi terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa penerapan lima pilar STBM benar-benar telah dilaksanakan oleh masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya, Selasa, (9/6/2026).
Adapun lima pilar STBM yang menjadi fokus penilaian meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman, pengamanan sampah rumah tangga, serta pengamanan limbah cair rumah tangga.
Dalam proses verifikasi, tim akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi, mulai dari rumah tangga, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga sarana pendidikan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan data yang dilaporkan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurut Helmy, keberhasilan program STBM sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, ia berharap pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta warga dapat terus mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat yang telah dibangun selama ini.
“Kami berharap seluruh pihak dapat bekerja sama agar target desa yang memenuhi indikator STBM dapat tercapai. Ini bukan hanya untuk kepentingan penilaian, tetapi demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Luwu Timur,” katanya.
Verifikasi lapangan terhadap 20 desa dan kelurahan tersebut dijadwalkan berlangsung secara bertahap.
Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan langkah lanjutan untuk memperkuat implementasi program STBM di Kabupaten Luwu Timur.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Luwu Timur berharap semakin banyak desa yang mampu mewujudkan sanitasi yang layak dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (*)







