MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Pasar Senggol yang berada di bilangan Jalan Cendrawasih (sekarang Jalan Opu Daeng Risadju) tak lama lagi akan dipoles lebih rapi dan nyaman buat pedagang dan khususnya untuk pengunjung.
Di bawah pemerintahan Wali Kota Munafri Arifuddin, wajah Kota Makassar terus dipoles demi membuat penataan Makassar lebih baik dan nyaman untuk masyarakat.
Pasar Senggol yang dulunya bernama Pasar Sambung Jawa ini sudah ada sejak era tahun 1960-an. Nama Pasar “Senggol” lahir secara organik karena lorong pasar yang padat membuat pengunjung kerap harus bersenggolan bahu karena berdesakan mencari pakaian bekas (cakar) dan kuliner malam.
Berdasarkan visi penataan kota oleh Wali Kota Munafri, Pemkot Makassar melalui Perumda Pasar Makassar Raya terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan kawasan perdagangan yang tertib, bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Terkait hal itu, pemkot bersama Perumda Pasar Makassar Raya akan melakukan penataan Pasar Senggol (Jl. Opu Daeng Risadju), Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mamajang, yang berada di bawah pengelolaan Pasar Sambung Jawa.
Kepala Pasar Sambung Jawa, Taufiq Habir mengatakan, proses penataan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh pedagang sehingga seluruh pihak dapat berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan pasar yang lebih baik.
“Alhamdulillah, selama kurang lebih satu bulan ini kami bekerja secara gotong royong membenahi Pasar Senggol bersama petugas ketertiban, kebersihan, keamanan, para pedagang, tokoh masyarakat, serta didukung pemerintah kelurahan,” jelasnya,” Jumat (10/7/2026).
Kegiatan ini melibatkan Kepala Pasar Sambung Jawa, petugas ketertiban, petugas kebersihan, petugas keamanan, para pedagang, tokoh masyarakat, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Kelurahan Tamarunang dan Kelurahan Mattoangin.
Fokus utama pembenahan diarahkan pada penataan gerobak dan rangka jualan, penyeragaman ukuran lapak pedagang, serta pengaturan ruang sirkulasi agar akses jalan bagi pengunjung menjadi lebih luas dan nyaman.
“Penataan dan penyeragaman ini agar pasar terlihat lebih indah sekaligus menyediakan ruang akses jalan yang lebih nyaman bagi para pengunjung. Alhamdulillah hasilnya mulai terlihat dan para pedagang sangat antusias bekerja sama,” katanya.
Taufiq menambahkan penataan tersebut tidak hanya bertujuan memperindah kawasan pasar, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengunjung saat berbelanja dan menciptakan aktivitas perdagangan yang lebih tertib.
“Kondisi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus memberi dampak positif terhadap aktivitas jual beli para pedagang,” tururnya.
Respon positif juga datang dari para pedagang yang merasakan langsung perubahan suasana di Pasar Senggol. Salah seorang pedagang pakaian, Hafiz, mengapresiasi langkah yang dilakukan pihak pengelola pasar.
“Kami juga senang karena kepala pasar turun langsung berdialog dan membangun komunikasi dengan para pedagang,” katanya.
Ia menilai penataan tersebut memberikan perubahan yang cukup signifikan diantaranya akses jalan kini lebih lapang karena gerobak-gerobak pedagang telah ditata sehingga tidak lagi memakan badan jalan. Selain itu, kondisi tersebut diakui membuat pengunjung lebih leluasa berkeliling dan berbelanja.(*)







