MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menunjukkan komitmennya dalam percepatan pembangunan Stadion Untia, di Kecamatan Biringkanaya.
Kabar terbaru, Pemerintah Kota Makassar mengumumkan proses tender pengadaan terkait proyek tersebut pada 31 Desember 2025 untuk paket Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga – MK Pembangunan Stadion Untia berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Pemkot Makassar menetapkan nilai pagu paket sebesar Rp 7 miliar sementara nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp 6,9 miliar.
Pemkot mewajibkan peserta calon tender memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan KBLI 71102 serta sertifikat standar yang telah terverifikasi dan sejumlah persayaratan lainnya.
Sebelumnya, Wali Kota Munafri telah menyatakan bahwa pemkot memasukkan pembangunan Stadion Sepakbola Untia ini sebagai prioritas pembangunan di awal tahun 2026.
“Tekad kami pada 2026, pembangunan stadion Untia sudah pasti dibangun. Stadion sepakbola itu bukan hanya olahraga. Ujungnya adalah promosi dan pariwisata daerah,” ujar Munafri, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan proses pembangunan Stadion Untia akan menjadi trigger atau pemicu tumbuhnya kawasan ekonomi baru di Kota Makassar yang dapat memberi dampak dan pengaruh bagi daerah lain di Sulsel.
Ia menjelaskan, atmosfer sepakbola di Kota Makassar sangat kuat sehingga menjadi salah satu alasan strategis pembangunan stadion.
Selain itu, Stadion Untia tersebut akan menjadi ikon baru kota yang diharapkan mampu memenuhi standar internasional.
“Kami targetkan kapasitasnya di angka 15.000 sampai 20.000 kursi. Tapi yang lebih penting dari itu, kami ingin stadion ini memenuhi kaidah dan regulasi internasional agar bisa digunakan di semua level pertandingan baik nasional maupun internasional,” lanjutnya.
Lebi lanjut, Munafri menjelaskan bahwa Stadion Untia bukan hanya proyek olahraga semata, melainkan pemkot menjadikan proyek ini sebagai katalisator tumbuhnya pusat ekonomi baru di bagian timur kota.
“Kita ingin stadion Untia ini menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi. Bukan hanya tempat pertandingan sepakbola, tetapi juga memicu kegiatan UMKM, pariwisata, serta membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.
Olehnya, Munafri optimistis proyek Stadion Untia tak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi, budaya, dan kebanggaan warga Kota Makassar.
Rencananya, pembangunan Stadion Untia dirancang berdiri di atas lahan seluas 6 hektare lebih.
Melalui pembukaan tender Stadion Untia, Pemkot Makassar menegaskan komitmennya dalam memperluas infrastruktur olahraga sekaligus mendorong pemerataan pembangunan fasilitas publik.
Pemerintah juga mengharapkan stadion ini mampu menunjang pembinaan atlet serta membuka ruang aktivitas olahraga dan sosial bagi masyarakat di kawasan Untia dan sekitarnya.(*)







