Yuk ! Ikuti Keseruan Leang Panning Hammock Fest 2024 di Maros, Ini Jadwalnya

Kawasan wisata Leang Panning Park dengan area perbukitan hutan Pohon Jati.(ist/solusinews.id)

MAROS, SOLUSINEWS.ID – Pemerintah Desa Wanua Waru, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, melalui komunitas Jalan-jalan Seru (JJS) Indonesia akan menggelar event Leang Panning Hammock Fest 2024 (Festival Hammock).

Leang Panning Hammock Fest 2024 yang turut melibatan kolaborasi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa setempat ini rencananya berlangsung pada 9-10 November 2024 di kawasan cagar alam dan wisata Leang Panning Park.

Peserta kegiatan terbuka untuk umum. Untuk mengikuti event wisata seru ini, calon peserta perlu melakukan pendaftaran secara online dengan maksimal 100 peserta.

Untuk link pendaftaran online dan ketentuan pendaftaran akan segera disampaikan dan diinformasikan lebih lanjut melalui media online solusinews.id, akun medsos (facebook dan Instagram) Leang Panning Park serta akun JJS Indonesia.

Bacaan Lainnya
Komunitas Jalan-jalan Seru (JJS) Indonesia berbincang dengan pengelola destinasi wisata Leang Panning Park terkait agenda event Leang Panning Hammock Fest 2024 (Festival Hammock) yang akan digelar di Desa Wanua Waru, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros.(*)

Adapun biaya pendaftaran bagi setiap peserta hanya sebesar Rp 80 ribu dengan mendapatkan fasilitas T-shirt, gantungan kunci, stiker, dan THM.

Adapun beberapa agenda kegiatan yang akan mengisi keseruan festifal hammock di Leang Panning Park yaitu:

  • Hammock Camp
  • Live musik dan hiburan
  • Talk show dan sharing sessions
  • Penanaman bibit pohon
  • Lomba fotografi
  • Silaturahmi

Leang Panning Park meruakan salah satu destinasi wisata alam baru yang dirintis tokoh pemuda Mallawa, Rudihartono, bersama warga dan kalangan pemuda desa dari Pokdarwis Wanua Waru.

Kawasan destinasi wisata ini memiliki daya tarik alam berupa gua purba Leang Panning yang eksotik serta memiliki kandungan nilai historis peradaban manusia prasejarah berdasarkan temuan DNA fosil rangka manusia oleh tim peneliti arkeolog.

Tengkorak manusia pra sejarah berjenis kelamin perempuan itu kemudian diberi nama oleh tim arkeolog dengan nama ‘Besse’.

Selain itu, kawasan Gua Purba Leang Panning memiliki sungai berdinding batu yang masuk dan keluar menembus gua yang kini dijadikan wahana wisata river tubing yang seru.

Di depan gua terdapat area perbukitan yang memiliki tiga villa, pendopo besar, dan areal camping yang dilengkapi beberapa fasilitas kebutuhan air yang memadai.

Areal hutan Pohon Jati di perbukitan kawasan Leang Panning Park Maros.(ist/solusinews.id)

Sementara kawasan perbukitan di depan area villa merupakan hutan pohon jati yang teduh akan menjadi lokasi hammock camp untuk event Leang Panning Park Hammock Fest nanti.

Festival hammock ini juga bertujuan sebagai promosi Desa Wanua Waru dan kawasan Baruga (Desa Batu Putih, Desa Wanua Waru, dan Desa Gattareng) di Kecamatan Mallawa, Maros.

Pengelola serta masyarakat desa sekitar Leang Panning Park berencana menjadikan event Leang Panning Park Fest ini sebagai agenda wisata rutin untuk dilaksanakan setiap tahun.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *