SOLUSINEWS.ID – Empat Badan usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia melakukan holding dalam pendirian perusahaan industri baterai dengan Indonesia Battery Corporation atau IBC.
Perusahaan holding ini terdiri dari PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero)/Inalum alias MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Pertamina, dan PLN dengan investasi mencapai Rp238 Triliun.
Untuk kepemilikan saham, masing-masing perusahaan sama besar yakni 25 persen.
Seperti disadur dari situs cnbcindonesias.com, Wakil Menteri I BUMN, Pahala Nugraha Mansury, mengatakan IBC akan menjadi industri baterai listrik yang terintegrasi.
Dijelaskan, IBC tidak hanya kaan memiliki pabrik tetapi juga mining, smelting, produksi prekursor, battery pack.
“Kami ingin juga energy storage stabilizer dan recycling-nya. Investasi yang dibutuhkan bisa sampai sampai US$ 17 miliar,” kata Pahala, Sabtu (27/3/2021).
Tujuan holding empat BUMN ini disebutkan Pahala agar kekuatan dari hulu-hilir bisa disatukan sehingga masing-masing bagian supply chain industri baterai ini akan ada joint venture.
Joint venture secara sederhana berarti perusahaan patungan atau korporasi yang dibentuk antara dua atau lebih dengan tujuan menyatukan sumber daya dalam menjalankan aktivitas ekonomi atau proyek tertentu secara bersama-sama.
Pabrik IBC direncanakan menghasilkan produksi 140 giga watt hour (GWh) dan 50 GWh diantaranya akan diekspor.
Sisanya digunakan untuk produksi Electric Vehicle (EV) alias kendaraan listrik di Indonesia.
Pahala memperkirakan, potensi produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia untuk tahun 2030 mendatang yaitu 10 juta unit untuk kendaraan listrik roda dua dan 2 juta unit lebih untuk kendaraan listrik roda empat.
Sementara pada sektor tambang, sumber daya alam berupa nikel ore atau ore nickel (campuran bijih nikel laterit kadar rendah jenis saprolit dengan limonit) dapat diproduksi di Indonesia.
Dengan nikel ore tersebut bisa dijadikan sumber bahan baku pembuatan baterai cell berkapasitas 140 GWh. Apalagi, Indonesia adalah salah satu negara produsen terbesar nikel dunia.
Diharapkan dalam 6 bulan kedepan pihak PT Antam dan calon mitra akan melakukan studi dan setelah rampung akan dilanjutkan dengan pengembangan mining dan fasilitas smelter.
Dengan Investasi pendirian holding industri baterai ini (IBC) juga diharapkan tahun 2021 hingga 2023 akan memberi dampak positif dalam perkenomian bangsa pasca pandemi Covid-19.(*)







