MALLAWA, SOLUSINEWS.ID – Kesuksesan Tim Voli Putri Kabupaten Maros di ajang Pra-PORProv Sulsel pada akhir Juni 2021 lalu menarik perhatian dan apresiasi Bupati Maros, AS Chaidir Syam.
Pada ajang itu, tim voli putri Pemkab Maros menorehkan hasil fantastis dengan menggulung semua lawannya masing-masing Gowa, Pangkep, dan Makassar, dengan skor telak 3-0.
Hasil itupun mengantarkan tim bola voli Kabupaten Maros melenggang mulus ke ajang PORProv nanti di Kabupaten Sinjai-Bulukumba .
Bupati Chaidir Syam pun menerima tim dan official voli putri Maros di kantor Bupati Maros, beberapa waktu lalu.
Turut hadir pada pertemuan itu, ayah angkat atau pembina tim voli putri Maros, Rudihartono, pengusaha muda asal Kecamatan Mallawa.
Pada kesempatan itu, Bupati Chaidir menjanjikan lapangan voli representatif bagi tim voli putri Kabupaten Maros tersebut.
Apalagi, cek per cek ternyata semua atlet putri voli Maros di ajang PORProv Sulsel tersebut berasal dari satu kampung yang sama dari sebuah desa di Kecamatan Mallawa.

Pada Minggu (25/7/2021), Bupati Chaidir pun menyambangi langsung daerah asal tim voli putri Maros tersebut di Desa Batu Putih, Kecamatan Mallawa.
Disana, Chaidir ditemani Rudihartono sekaligus meninjau tempat latihan atlet voli putri Maros binaan Pelatih Darwis, S.Pd, dan Nurlela, S.Pd.
Selain itu, ditinjau lahan untuk rencana pembangunan lapangan latihan bola voli yang representatif yang akan disiapkan Bupati Chaidir di desa tersebut.
Rudihartono yang founder aplikasi Solusi Bayar mengungkapkan bahwa semua atlet voli putri Maros yang berlaga di ajang Pra-PORProv Sulsel berasal dari dusun yang sama yaitu Dusun Batu Pute.
“Semua pemain yang mewakili Maros berasal dari desa ini, Bahkan tim yang turun adalah atlet yang berasal dari satu kampung atau dusun tanpa ada yang campur,” ungkap Rudi, sapaan mantan ASN Pemkab Maros ini.
Menurutnya sebuah pencapaian luar biasa tim voli putri dari pelosok dari satu dusun di Maros yang hanya berlatih dengan fasilitas terbatas mampu mengalahkan tim dengan fasilitas dan materi pemain di atas rata-rata seperti Makassar.
“Olehnya, bila lapangan voli ini terealisasi, saya menyampaikan ke bapak Bupati, disaksikan pemerintah desa, pelatih Darwis bin Saide, dan tokoh masyarakat, agar desa ini dapat dijadikan sport tourism atau sebagai Desa Wisata Voli.
“Sebagaimana Mas Menteri Sandiaga Salahuddin Uno sering sampaikan terkait konsep wisata ini. Desa ini akan menjadi destinasi alternatif wisata selain obyek alam dan potensi lainnya yang memiliki daya tarik tersendiri,” terangnya.
Klub Bima Sakti
Selama ini, atlet-atlet remaja putri yang berlatih voli di Mallawa dilatih dan dibina oleh Darwis bin Saade dengan fasilitas atau sarana terbatas.
Meski demikian, Darwis yang juga pelatih klub lokal di Mallawa yaitu Bima Sakti, mampu berkontribusi melalui atlet binaanya yang memperkuat tim voli putri Sulsel di sejumlah ajang hingga ke tingkat nasional.(*)







