Sekilas Prof Muh Khairil
Muh Khairil lahir pada tanggal 23 Oktober 1979 di Kabupaten Bantaeng. Usai menamatkan pendidikan santri selama 6 tahun di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, ia melanjutkan studi di Jogyakarta.
Di Jogyakarta, ia mengambil S1 Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Di UMY, Khairil pun pernah menjabat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FAI UMY 1999-2000 dan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UMY 2000-2001.
Setelah menyelesaikan jenjang S1, ia melanjutkan pendidikan S2 Komunikasi Massa di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar kemudian disambung S3 Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung.
Kini ia menjadi Guru Besar FISIP Untad Palu. Khairil bahkan menyandang gelar profesor dan guru besar termuda saat ini di Untad Palu.

Gelar itu diperoleh di usia 40 tahun pada September Tahun 2020 silam. Namun, gelar itu tidak diraih dengan mudah.
“Proposal saya bahkan ditolak sampai empat kali sejak tahun 2017,” ungkap Khairil saat bersua dengan sahabat-sahabatnya aluni Dago di Bandung Street Coffee Makassar.
Ia bahan telah memasukkan jumlah jurnal lebih dari yang disyaratkan. Namun, berkat kesabaran dan doa, perjuangannya pun membuahkan hasil.
Setelah ia dan petinggi Untad mengajukan nota keberatan ke kementerian atas penolakan 4 kali itu, akhirnya terhitung sejak 1 April 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menyetujui raihan gelar profesor buat Khairil.
Kini, putra daerah asal Kabupaten Bantaeng, Sulsel, itu telah menjadi aset dan tokoh akademisi perguruan tinggi berpengaruh di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu.(*)







