DLH Makassar Masifkan Penyuluhan Pemilahan Sampah di Bitowa Demi Tekan Volume TPA

Pemerintah Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Pemilahan Sampah di Baruga Prima Griya RW 06 Kelurahan Bitowa, Sabtu (20/6/2026).

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID –– Pemerintah Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Pemilahan Sampah di Baruga Prima Griya RW 06 Kelurahan Bitowa, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari warga setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Bitowa Fathurahman, D.A.Md, Kasi Kebersihan dan Pertamanan Kelurahan Bitowa Mariana Tasikminanga, A.Md, Penyuluh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Ahmad Thalib selaku narasumber, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitowa AIPTU Arham, S.H., Babinsa Kelurahan Bitowa Serka Muhammad Nasir, Ketua LPM Kelurahan Bitowa Abdullah Tangnga, para Ketua RT se-RW 06, serta perwakilan warga.

Lurah Bitowa, Fathurahman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui pemilahan sejak dari rumah tangga.

Bacaan Lainnya

“Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Pemilahan sampah dari sumbernya merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Sementara Penyuluh Persampahan Kota Makassar Zona 04 Manggala-Panakukang, Ahmad Thalib, mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, hijau, indah, serta memiliki nilai ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik, anorganik, dan residu.

Langkah sederhana ini dinilai mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap program Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan melalui gerakan pengurangan sampah dari sumbernya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *