Dosen Teknologi Pendidikan dan Teknik Informatika UKI Toraja Dorong Guru SMA Hadirkan LKPD Digital Kontekstual

Tim dosen Program Studi Teknologi Pendidikan dan Teknik Informatika Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) bersama sejumlah guru SMA Negeri 7 Tana Toraja, Kecamatan Bonggakaradeng, Tana Toraja.(*)

TIM dosen Program Studi Teknologi Pendidikan dan Teknik Informatika Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) mendorong guru-guru di SMA Negeri 7 Tana Toraja untuk menguasai penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital kontekstual yang terintegrasi dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) serta memuat nilai-nilai budaya lokal Toraja.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini lahir dari keprihatinan atas rendahnya pemanfaatan teknologi pendidikan di sekolah-sekolah Tana Toraja.

Data Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan menunjukkan sekitar 60% sekolah di daerah tersebut masih terbatas dalam penggunaan teknologi digital.

Padahal, Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui media yang interaktif, inovatif, dan relevan dengan kehidupan mereka.

Bacaan Lainnya

Kegiatan PkM ini dilaksanakan sepanjang tahun akademik 2024/2025 di SMA Negeri 7 Tana Toraja, Kecamatan Bonggakaradeng.

Lokasi sekolah yang berada di perbukitan dengan akses cukup menantang tidak menyurutkan semangat 23 guru yang menjadi peserta utama.

Mereka mengikuti tahapan kegiatan yang terdiri dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan-evaluasi, hingga penyusunan program keberlanjutan.

Dalam pelatihan, para guru diperkenalkan dengan aplikasi FlipHTML5 untuk merancang LKPD digital interaktif.

Melalui aplikasi tersebut, guru diajarkan cara menambahkan multimedia berupa gambar, video, audio, infografis, hingga kuis online.

Guru juga diajak memadukan materi ajar dengan konteks budaya Toraja, misalnya guru Biologi yang mengaitkan ekosistem sawah adat dalam LKPD, atau guru Bahasa Indonesia yang mengangkat teks bacaan dari ritual Rambu Solo’.

Ketua tim pengabdian, Muh Putra Pratama, menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran berbasis digital yang berpijak pada budaya lokal.

“Guru tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual. Dengan memadukan STEM dan budaya Toraja, siswa merasa lebih dekat dengan materi sekaligus memperkuat identitas mereka,” ujarnya.

Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang menggembirakan. Sebanyak 23 guru berhasil menyusun rancangan LKPD digital, dan 20 di antaranya telah diuji coba langsung di kelas.

Respon siswa sangat positif. Mereka lebih antusias, aktif berpartisipasi, serta menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis.

Bentuk KOMDIGITA

Untuk menjamin keberlanjutan, tim dosen bersama guru mitra membentuk Komunitas Guru Digital (KOMDIGITA) sebagai wadah kolaborasi dan berbagi praktik baik.

Komunitas ini diharapkan mampu memperluas dampak kegiatan ke sekolah-sekolah lain di Tana Toraja.

Kepala SMA Negeri 7 Tana Toraja menyampaikan apresiasi tinggi kepada UKI Toraja, menyebut program ini sebagai jawaban konkret terhadap tantangan pendidikan di era digital.

“Kami berharap sekolah kami dapat menjadi model penerapan LKPD digital berbasis STEM dan budaya lokal di wilayah Toraja,” tegasnya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menghasilkan inovasi pendidikan yang relevan, interaktif, sekaligus memperkuat karakter budaya.

Dengan keberhasilan ini, SMA Negeri 7 Tana Toraja digadang-gadang menjadi sekolah percontohan dalam penerapan LKPD digital kontekstual yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain.

Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran tidak hanya memperkaya materi, tetapi juga memperkuat karakter siswa. Nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur yang ada dalam budaya Toraja dapat menjadi sarana pendidikan karakter.

Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menciptakan inovasi pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman.

Digitalisasi LKPD bukan hanya tentang teknologi, melainkan juga tentang membangun identitas, memperkuat karakter, dan menyiapkan generasi muda Toraja menghadapi tantangan global.

Untuk memastikan keberlanjutan, tim dosen membentuk Komunitas Guru Digital (KOMDIGITA).

Komunitas ini berfungsi sebagai wadah berbagi praktik baik, diskusi, serta forum untuk mengatasi kendala teknis maupun pedagogis.

Modul pelatihan mandiri juga disusun agar guru tetap dapat mengembangkan LKPD digital tanpa bergantung pada pendamping eksternal.

Dengan hasil yang dicapai, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 7 Tana Toraja, tetapi juga membuka jalan bagi transformasi pendidikan di wilayah pedesaan.

Ke depan, diharapkan semakin banyak guru yang mampu menghadirkan pembelajaran digital kontekstual yang menyatu dengan nilai budaya lokal.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *