MALAYSIA, SOLUSINEWS.ID – Sejumlah dosen dari Program Studi Teknologi Pendidikan di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja mengadakan diskusi kemitraan akademik internasional di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Teknologi Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal” ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring akademik serta memperkenalkan inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal ke tingkat global.
Dalam pemaparannya, dosen UKI Toraja, Ervianti, S.Pd., M.Pd., menguraikan berbagai program unggulan yang dikembangkan oleh Program Studi Teknologi Pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital yang terintegrasi dengan nilai-nilai budaya lokal Toraja. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.
Beberapa inovasi yang dipaparkan meliputi pengembangan media pembelajaran berbasis budaya lokal, e-learning kontekstual, serta produksi konten edukatif yang memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar.

Model ini mendapat perhatian dari kalangan akademisi Universiti Malaya karena dinilai relevan dengan tantangan pendidikan global yang semakin menuntut integrasi antara teknologi dan nilai-nilai budaya. Selain mempresentasikan program unggulan, kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk membahas peluang kerja sama antara UKI Toraja dan Universiti Malaya.
Bentuk kerja sama yang diusulkan antara lain pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, serta penyelenggaraan seminar dan konferensi kolaboratif di bidang teknologi pendidikan.
Universiti Malaya menyambut baik inisiatif tersebut dan membuka peluang untuk kerja sama berkelanjutan di masa mendatang.
Diharapkan, kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan berbasis teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berakar pada kearifan lokal masing-masing negara.
Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis bagi UKI Toraja, khususnya Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, untuk meningkatkan eksistensi di kancah internasional serta memperkuat peran Teknologi Pendidikan sebagai bidang yang mampu beradaptasi dengan perkembangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal. (*)







