Puluhan tahun sebelumnya, Ikhsan sempat berkerja di bidang pertambangan dengan gaji lumayan besar yang bisa dikantongi dalam sepekan.
“Saya pernah kerja tambang tapi berhenti karena sakit. Untuk gaji, disana sangat banyak, mencapai 3 juta per minggu tapi pekerjaannya tidak sesuai,” ungkapnya, Rabu (2/3/2022).
Dampak bekerja di pertambangan, ia terkena sakit malaria. Ikhsan pun memilih berhenti dan pulang berobat ke Kota Makassar bersama istrinya.
Setelah sembuh, Ikhsan membuka usaha gerobak bakso dengan menu bakso kuah, mie pangsit, dan mie goreng.
Usaha gerobak mie dan bakso kuah itu ia jalani selama 10 tahun di areal perumahan BTN Bumi Samata Permai, Kabupaten Gowa.
Merasa usahanya itu belum bisa begitu berkembang, alasannya karena banyak saingan sehingga Ikhsan memilih berjualan kuliner serupa namun lebih simpel dan kekinian yaitu bakso bakar mini.
Selain bakso bakar, ia juga menjual menu tahu bakar dan pentolan. Alasannya memilih jenis jualan itu karena kuliner teersebut juga banyak diminati orang dari semua kalangan.
Ganti Usaha Tahun 2016
Usaha bakso-tahu bakar tusuk dan pentolan ini ia mulai tahun 2016 silam kemudian bertahan hingga saat ini.
Ikhsan mengaku awal banting setir usaha mie kuah dan mie pangsit ke usaha bakso-tahu bakar dan pentolan, ia mengeluarkan modal sekitar Rp 200 ribu.
Modal itu digunakan untuk menyiapkan bahan seperti bakso mini, tahu tusuk, somay, kecap, lombok, kacang, dan bungkusan plastik.







