MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Gerakan Pemerhati Penyalahguna Narkoba (GPPN) Indonesia menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulsel dalam acara sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan hotel di Makassar.
Pada sosialisasi yang digelar Selasa (8/7/2021), puluhan karyawan Fox Lite Hotel Royal By Makassar di hotel setempat mengikuti kegiatan tersebut.
Sub Koordinator Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sulsel, Anas Kaharuddin, tampil sebagai narasumber.
Ia mengatakan hotel adalah salah satu tempat yang rawan dijadikan sebagai lokasi penyalahgunaan maupun transaksi narkoba.
“Hal ini bisa kita hindari jika setiap personel atau karyawan hotel mampu memahami tentang bahaya penyalahgunaan narkoba,” terangnya.
Anas juga menyampaikan bahwa Indonesia darurat narkoba. Dampak dari penyalahgunaan narkoba lebih serius daripada terorisme dan korupsi.
Alasannya karena narkoba bisa merusak organ-organ tubuh, otak, hingga gangguan psikologis yang tidak ada jaminan sembuh.
Saat ini seluruh lapisan masyarakat telah terkontaminasi narkoba, mulai dari pejabat, aparat, hingga masyarakat umum.
Wilayah sebarannya pun telah menyebar hingga ke pelosok dan menyasar berbagai kalangan.
“Termasuk anak-anak dan diperkirakan 30 orang meninggal setiap harinya karena narkoba,” sebutnya.
Ketua GPPN Indonesia, Faisal Hamzah Barlian, mengaku bersyukur dapat mensosialisasikan bahaya narkoba kepada karyawan hotel.
Sehari sebelumnya, GPNN Indonesia melaksanakan kegiatan yang sama di Hotel Best Western Makassar.
“Semoga sosialisasi seperti ini, pihak hotel dapat meminimalisir dan menerapkan strategi guna mencegah peredaran dan transaksi narkoba di hotel.” harap Ical, sapaan Faizal.(*)







