Hamzah Ahmad Paparkan Pentingnya Penyelesaian Koneksi Pipa Pongtiku sebagai Solusi Jangka Panjang Pemulihan PDAM Makassar

Plt Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar Hamzah Ahmad.(*)

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Plt Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar Hamzah Ahmad memaparkan kondisi dan persoalan penyediaan air bersih untuk wilayah utara dan timur Kota Makassar yang hingga kini masih menjadi keluhan utama masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Pengawas (Dewas) bersama pejabat struktural di Aula Tirta Dharma Perumda Air Minum Kota Makassar, Selasa (14/10/2025).

Rakor yang dipimpin Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika ini juga dihadiri Plt Direktur Keuangan PDAM Makassar, Nanang Supriyatno, jajaran anggota Dewas, serta seluruh pejabat struktural dari bagian dan wilayah pelayanan.

Hamzah mengatakan sumber air baku dari bendungan Leko Pancing saat ini tidak beroperasi karena ketersediaan air yang menurun drastis.

Bacaan Lainnya

Sebagai alternatif, PDAM mengoptimalkan sistem pompanisasi dari Moncongloe dengan kapasitas 600–900 liter per detik untuk menutupi kekurangan tersebut.

Namun, solusi jangka panjang sangat bergantung pada penyelesaian koneksi jaringan pipa berdiameter 1.000 mm di Pongtiku, Jalan Urip Sumoharjo, yang menjadi kunci pendistribusian air ke wilayah utara.

Peralatan dan infrastruktur koneksi ini telah disiapkan sejak lima tahun lalu, tetapi proses perizinan dari balai jalan pusat masih tertunda.

“Kami sudah enam kali melakukan ekspose ke pihak balai dan terus mengawal prosesnya. Hingga pagi tadi kami masih berkoordinasi. Progres terakhir, dokumen perizinan baru akan diunggah kembali ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia menegaskan, keterlambatan izin ini seringkali menimbulkan kesan keliru di masyarakat seolah PDAM tidak mampu menyelesaikan persoalan air di wilayah utara dan timur.

Padahal, masalah utamanya bersifat teknis dan administratif di luar kewenangan langsung PDAM. “Tanpa koneksi pipa Pontiku, masalah distribusi air ke utara tidak akan pernah benar-benar selesai,” tegasnya.

Meski demikian, melalui rakor bersama dewas dan pihak pemkot tersebut dalam membahasa strategi pemilihan PDAM setempat, Hamzah mengapresiasi atensi Pemerintah Kota Makassar, khususnya Wakil Wali Kota yang hadir dalam rapat tersebut dan memberi dukungan kepada manajemen.

Ia juga mengharapkan berharap kehadiran Dewas dan Komite Audit yang baru dapat menjadi “amunisi” dan semangat baru untuk mempercepat pemulihan PDAM, baik dari sisi internal perusahaan maupun pelayanan publik.

Ia memaparkan bahwa masalah yang cukup berat yang dihadapi PDAM selama ini mencakup tiga hal sekaligus yaitu pertanggungjawaban keuangan, harapan masyarakat terhadap pelayanan air di utara dan timur kota, serta persoalan teknis hulu-hilir yang harus diselesaikan secara bersamaan.

“Dengan dukungan pemerintah kota dan pusat, kami optimistis dapat memperbaiki kondisi PDAM secara bertahap,” kunci Anca, sapaan akrab Hamzah Ahmad.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *