SOLUSINEWS.ID – Pempek atau empek-empek adalah salah satu makan ringan atau jajanan yang sangat sering ditemukan dijajakan oleh pedagang kaki lima (PKL) di tepi jalan.
Biasa dijumpai di depan sekolah, depan minimarket, atau di dalam perumahan. Peminatnya dari semua kalangan, anak-anak sampai orang dewasa pun suka jajanan khas asal Palembang ini.
Meskipun seringkali dijajakan oleh PKL di tepi jalan, di lingkungan sekolah, atau perumahan, keuntungan dari usaha empek-empek ini tak boleh dipandang enteng.
Bahkan, penghasilan penjual empek-empek yang berjualan dengan sepeda motor saja bisa mencapai belasan juta dalam sebulan.
Bahkan, omset belasan juta sebulan itu dicapai hanya dengan berjualan sekitar 6 jam sehari dengan mangkal di satu tempat.
Ga percaya? Simak keterangan seorang pemuda asal Lamongan Jawa Timur, Mas (inisial), yang berjualan empek-empek, ketika diwawancarai Solusinews.id di depan minimarket di perumahan di Antang Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala Kota Makassar, awal November 2020.

Si Mas yang dijumpai Solusinews.id ini mengaku tinggalnya di Jalan Sukaria Makassar. Namun, selama ini berjualan empek-empek di atas motornya di depan sebuah minimarket tersebut.
Dia mulai berjualan sore hingga malam, sekitar pukul 17.00 WITA hingga 22.00 WITA.
“Kadang juga jam sebelas malam baru pulang,” ungkapnya.
Setiap hari, si Mas rata-rata membawa 400 sampai 450 tusuk sate empek-empek. Satu tusuknya terdapat 7 biji empek-empek. Harganya hanya Rp 1000 per tusuk.
Ratusan tusuk empek-empek itu habis terjual semua ya mas setiap hari ?
“Biasanya ada juga yang sisa mas, tapi nggak banyak,” ungkapnya.
Jika dihitung-hitung jualan sate empek-empek si Mas yang laku setiap hari sekitar 400 tusuk saja, maka total pendapatan atau omset yang diperoleh sebesar Rp 400 ribu per hari. Kalau terjual 450 tusuk berarti Rp 450 ribu yang dibawa pulang setiap hari.
Nah, jika diakumulasi dalam sebulan atau 30 hari, misalnya si Mas penjual empek-empek tak pernah libur, maka omset yang diperolehnya berkisar Rp 12 juta hingga Rp 13 juta-an.
Wow! Tajir juga nih Mas penjual empek-empek.
Syukur-syukur ya kalau si Mas penjual empek-empek ga punya biaya atau beban hidup yang besar seperti KPR yang tinggi, kredit usaha di bank, cicilan motor atau utang lainnya.
Kalau Anda memiliki penghasilan sekitar Rp 12 jutaan per bulan itu, kira-kita mau diapain ? Heheh.
Nah, sobat Solusinews. Itulah sekilas cerita tentang peluang usaha jajanan sate empek-empek di pinggir jalan yang ternyata juga sangat menguntungkan.
Perlu diingat, kunci memulai usaha atau bisnis itu bukan pada modalnya, tetapi profitnya alias keuntungannya.
Untuk lebih mantap lagi jika ingin berwirausaha atau menjadi pengusaha pemula, jauhkan gengsi dan fokus mengembangkan usaha Anda.
Semoga tulisan ini bisa memberi informasi yang bermanfaat. Salam sukses dan semoga kita semua diberi rezeki melimpah dan berkah! (*)







