LUWU TIMUR, SOLUSINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menunjukkan keseriusan penuh dalam menyukseskan program strategis nasional di sektor ketahanan pangan.
Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Bupati Luwu Timur guna memastikan kawasan pertanian di wilayah bumi batara guru tetap terlindungi dan bebas dari ancaman alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata daerah terhadap kebijakan pusat demi menjaga kestabilan pasokan pangan jangka panjang.
Berdasarkan data teknis dari Dinas Pertanian Luwu Timur yang dipaparkan oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Raksan, saat ini kondisi zonasi pertanian di daerah tersebut berada dalam status yang relatif aman.
Luwu Timur mencatatkan pencapaian target yang memuaskan dari yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Saat ini realisasi kita sudah menyentuh angka 91,10% dari target provinsi, posisi Luwu Timur aman,” urai Raksan.
Secara rinci, luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Luwu Timur saat ini tercatat mencapai 21.682,18 hektar. Sementara itu, untuk total keseluruhan Lahan Baku Sawah (LBS) yang terdata di wilayah ini berada di angka 23.603,49 hektar.
Melalui penguatan regulasi proteksi dan optimalisasi lahan ini, Pemkab Luwu Timur optimistis mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Sulawesi Selatan sekaligus membentengi para petani lokal. (*)







