Jajaran Dispopar dan KPA Lembayung Enrekang Susuri Gua Mubau

  • Whatsapp
Gua Mubau ini berada di Dusun Asaan, Desa Kadinge, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang (Ist)

SOLUSINEWS.ID – Libur akhir pekan pada 19-21 Maret 2021 lalu dimanfaatkan pimpinan dan staf Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Enrekang, melakukan bina wisata ke gua Lo’ko Wai Lambun di Kabupaten Enrekang.

Gua ini yang juga dikenal dengan sebutan Lo’ko Mubau atau gua Mubau ini berada di Dusun Asaan, Desa Kadinge, Kecamatan Baraka.

Bacaan Lainnya

Dinamakan Gua Mubau karena pada area mulut gua sangat terasa bau kotoran kalelawar. Meski demikian, saat memasuki kedalaman gua, bau tersebut sudah tidak terasa.

Gua Mubau di Dusun Asaan, Desa Kadinge, Kecamatan Baraka

Jalan-jalan sambil menelusuri gua ini dipimpin Kepala Dispopar, Dadang Sumarna, dengan awak rombongan yang ikut sekitar 50 orang.

Mereka antara lain jajaran staf Dispopar, komunitas pencinta alam (KPA) Lembayung dan Duta Wisata Kabupaten Enrekang.

Perjalanan dimulai pada hari Jumat (19/3/2021) sekitar pukul 14.00 Wita. Butuh waktu dua jam berjalan kaki untuk mencapai lokasi camp dan memasang tenda sebelum mencapai gua.

Hujan deras terjadi pada malam hari yang membuat rombongon memutuskan bermalam di area mulut gua.

Di bawah guyuran hujan, rombongan berjalan kaki menuju gua sejauh 500 meter. Sekitar pukul 22.15 malam rombongan pun tiba di mulut gua dan bermalam.

Keesokan harinya, Sabtu (20/3/2021), sekitar pukul 11.00 Wita, rombongan mulai menyusuri gua. Sebelum memasuki gua, diawali dengan doa bersama dipimpin Kadispopar, Dadang Sumarna.

“Selama menyusur gua, semuanya harus tertib karena kondisi di dalam gua yang gelap dan jalur berliku-liku seperti spiral. Kita harus kenali orang yang ada di depan dan di belakang kita. Jangan ada yang tertinggal dari rombongan,” pesan Dadang Sumarna sebelum pelepasan.

Rombongan dibagi dua. Rombongan pertama terdiri dari duta wisata Kabupaten Enrekang yang dipimpin Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Andi Zulkarnaen.

Sementara, rombongan kedua terdiri dari staf Dispopar dipimpin Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Mulyadi. Anggota KPA Lembayung berperan sebagai pemandu.

Selama perjalanan mereka sangat takjub dengan pemandangan di dalam gua yang di dalamnya memiliki ruang berdiameter hingga 30 meter dengan ketinggian 20 – 30 meter.

Ornamen stalaktit juga menghiasi kedalaman gua yang senyap dari kehidupan alam diluar.

Tanah liat, batu gamping, dan air adalah tiga unsur yang dijumpai di dalam gua. Menariknya, terdapat sungai kecil yang panjang mengikuti alur gua.

Di atap gua juga bergantungan stalagmit berwarnah merah kekuningan dan putih. Bentuknya ada yang menyerupai sekumpulan patung orang yang sedang bersimpuh.

Ornamen-ornamen ini terbentuk alami. Bahkan ada stalagmit dan stalaktit yang bertemu hingga membentuk pilar unik.

Rombongan akhirnya tiba di pintu keluar gua sekitar pukul 13.00 Wita atau menelan waktu dua jam perjalanan menyusuri gua dari pintu masuk gua.

Kabid Destinasi, Maryadi, mengatakan rencananya setiap pekan atau sekali sebulan staf Dispopar Enrekang diagendakan melakukan kunjungan ke lokasi wisata.

“Selain sebagai ajang rekreasi sekaligus untuk merangsang kreativitas staf Dispopar untuk mengembangkan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Enrekang,” jelasnya, Senin (22/3/2021).

Pekan depan, rencananya staf Dispopar akan mengunjungi Air Terjun Anoan, di Desa Salukanan Kecamatan Baraka.(*)

solusibayar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *