MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Es Dawet merupakan minuman khas Jawa yang terbuat dari tepung beras ataupun tepung beras ketan.
Penganan atau jajanan menyegarkan ini bisa dibilang masih sepupu dengan kuliner khas serupa di Sulawesi Selatan yaitu es cendol.
Es Dawet juga disajikan dengan es parut, gula merah cair, dan santan. Rasanya nikmat diseruput dengan pipet, apalagi diminum saat udara atau cuaca panas di siang hari.
Baik Es Dawet maupun Es Cendol, sama-sama digemari kalangan anak-anak hingga orang tua.
Es Dawet maupun Es Cendol memiliki kemiripan bentuk, ukurannya saja yang sedikit berbeda.
Selain itu, bahan pembuatannya juga ada sedikit perbedaan. Es Dawet menggunakan tepung beras, sementara cendol dari tepung ijo atau hunkwe.
Di wilayah Kota Makassar, jajanan dingin menyegarkan di tenggorokan ini banyak dijumpai di bilangan Jl Urip Sumihardjo.
Dijual oleh padagang kaki lima (PKL) menggunakan gerobak kecil di tepi jalan yang teduh dibawahi pepohonan rindang. Harganya terbilang murah, hanya Rp 5000 per cup.
Usaha gerobak es dawet ini bisa dijumpai mangkal antara lain di depan kompleks perwakilan Bus Litha & Co,
depan kompleks Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Batua, atau depan kompleks kantor Gubernur Sulsel.
Salah seorang penjual Es Dawet, Pak Anca (32), yang berjualan di tepi Jl Urip Sumihardjo, mengaku sudah berjualan minuman khas tersebut selama 11 tahun lebih, atau sejak tahun 2020.
Sehari berjualan ia menghabiskan waktu delapan jam mulai pukul 11.00 hingga 18.00 wita.







