Jualan Es Dawet Hanya 8 Jam, Bisa Bawa Pulang Rp 500 Ribu setiap Hari

Gerobak usaha kuliner Es Dawet di bilangan Jl Urip Sumihardjo, Kota Makassar, Minggu (13/2/2022).(mutmainnah/solusinews.id)

Dalam delapan jam berjualan itu, Pak Anca bisa menjual es dawetnya sebanyak 100 hingga 150 cup atau mendapatkan penghasilan sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 750 ribu dalam sehari.

“Sementara modal usaha jualan setiap hari itu sekitar Rp 150 ribu, itu untuk membeli bahan-bahan es dawet,” terang Anca saat dijumpai redaksi Solusinews.id, Minggu (13/2/2022).

Bila diasumsikan jika dalam sebulan atau 30 hari maka hasil menjual 100 cup es dawet saja setiap hari bisa menghasilkan omzet sebesar Rp 15 juta dalam sebulan.

Sekolahkan Anak dan Punya Rumah Sendiri

Bacaan Lainnya
pelaku usaha gerobak es dawet, Anca, berjualan di bilangan Jl uripSumihardjo, Makassar.(mutmainnah/solusinews.id)

Pak Anca mengaku gerobak usaha es dawetnya adalah milik sendiri, bukan disewa atau pinjam dari orang lain

Hasil dari jualan es dawet selama ini ia gunakan untuk sewa atau kontrak tempat tinggal, menyekolahkan anaknya, dan tentunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya juga punya impian yaitu bisa memiliki rumah sendiri,” tambahnya.

Selain itu, untuk masa depan usaha es dawetnya, Pak Anca bercita-cita usahanya bisa berkembang hingga dapat membuka beberapa cabang usaha es dawet di Kota Makassar.

Saat ini, pemasaran es dawet Pak Anca belum melayani pesan-antar atau panggilan ke suatu acara.

Dia mengaku masih fokus berjualan di tepi jalan sehari-hari yang memiliki traffic atau lalu lalang warga baik yang berkendara maupun berjalan kaki.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *