MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Jeruk Bali dikenal sebagai salah satu nama sebutan untuk jeruk besar yang banyak dijumpai dijual pedagang kakai lima di tepi jalan.
Selain di tepi jalan, jeruk ukuran besar berkulit putih tebal ini juga bisa temukan di toko buah, pasar tradisional dan pasar modern.
Konon, dikenal dengan istilah jeruk bali karena dulunya harga jeruk ini sangat murah dijual di Pulau Bali.
Namun, pemerintah melalui Departemen Pertanian menyarankan jeruk besar ini disebut Jeruk Pomelo atau jeruk besar saja karena buah ini tidak memiliki kaitan ilmiah dengan Bali.
Buah Pomelo ini merupakan jenis buah sitrus terbesar yang beratnya bisa mencapai 1 hingga 2 kilohgram.
Salah satu lokasi buah jeruk besar ini biasanya dijual di wilayah Kota Makassar, Sulsel, yaitu di bilangan jalan poros Hertasning.
Buah ini umumnya dijual di tepi jalan oleh pedagang kaki lima (PKL) menggunakan mobil pikap.
Salah satu PKL jeruk besar ini, Ismail (24), mengaku sudah lama berjualan jeruk tersebut dan usahanya itu meraup hasil yang menguntungkan.
Pria asal Kabupaten Takalar ini mengaku mangkal berjualan di bilangan Jl Hertasning mulai pagi hingga malam hari.

“Saya jualan dari pukul 08.00 hingga 20.00 Wita. Jadi saya berangkat dari Takalar itu jam enam pagi kemudian sampai sini kurang lebih jam tujuh,” ungkapnya, Kamis (3/3/2022).
Selama berjualan di lokasi yang padat lalu lalang kendaraan tersebut, pembeli jeruk di tempatnya tak pernah sepi.
Dua buah jeruk besar dijual seharga Rp 15 ribu. Ada juga yang dijual hanya Rp 10 ribu untuk dua buah, tergantung ukuran buahnya.
“Kalau ramai pembeli, omzet perhari itu biasanya 700 ribu,” sebutnya. Itu berarti ismail bisa menghasilkan omzet hingga Rp 21 juta dalam sebulan jika jualannya laris setiap hari.
Penghasilan dari jualan jeruk itu digunakan Ismail untuk membiayai kebutuhan sekolah anak-anaknya serta kebutuhan sehari-harinya.(*)







