Ketua BNSP Syamsi Hari Ikut Jadi Penyaksi Uji Kompetensi Taruna Polimarim AMI

Ketua BNSP Syamsi Hari hadir dalam Penyaksian (Witnessing) pelaksanaan uji kompetensi taruna-taruni Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim) oleh LSP Polimarim, di kampus Polimarim, Jl Nuri Baru No 1, Jumat (23/1/2026). (dok polimarim)

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Syamsi Hari SE MM menyaksikan secara langsung pelaksanaan uji kompetensi taruna-taruni Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim), di kampus Polimarim, Jl Nuri Baru No 1, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan penyaksian (witnessing) itu menjadi bagian penting dalam proses penilaian kelayakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polimarim sebelum memperoleh lisensi penuh dari BNSP.

Penyaksian dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian asesmen kompetensi berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Pembukaan kegiatan witnessing uji kompetensi berlangsung di Aula Kampus Polimarim. Dalam sambutannya, Syamsi Hari menegaskan peran strategis LSP sebagai perpanjangan tangan BNSP yang bersifat independen dalam menjamin mutu sumber daya manusia.

Bacaan Lainnya

Menurut mantan Sekretaris Jenderal BNSP ini, sertifikasi kompetensi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk pengakuan profesional yang membawa tanggung jawab besar.

“Witness ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan asesmen sesuai SOP dan SKKNI, mulai dari dokumen, tempat uji kompetensi, materi uji, hingga kepatuhan dan kinerja asesor,” kata Syamsi Hari.

Ia mengingatkan para asesor agar menjaga sikap dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. BNSP, kata dia, tidak segan memberikan sanksi apabila ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan sertifikasi.

“Asesor harus menjaga attitude. LSP bisa kita bekukan jika asesornya tidak menjalankan tugas sesuai SOP dan aturan BNSP. Untuk itu, mari kita menjaga nama baik LSP Polimarim dan nama institusi,” ujarnya.

Syamsi juga menekankan bahwa sertifikat kompetensi yang diterbitkan memuat lambang negara Garuda Pancasila, sehingga memiliki nilai hukum dan pengakuan nasional.

“Ini tidak main-main karena di sertifikat kompetensi ini berlogo Garuda. Artinya ada tanggung jawab besar. Ini adalah bagian dari pengakuan profesional atas kinerja yang tinggi sesuai standar kerja,” kata dia.

Proses witnessing dilakukan melalui observasi langsung oleh tim asesor lisensi BNSP terhadap seluruh tahapan uji kompetensi, dari awal hingga akhir.

Sejumlah komponen menjadi fokus pemeriksaan, di antaranya kesesuaian Tempat Uji Kompetensi (TUK), kesiapan Materi Uji Kompetensi (MUK) dan skema sertifikasi, serta kinerja asesor dalam menilai asesi.

Proses penyaksian ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa LSP Polimarim yang baru terbentuk, benar-benar siap dan kompeten dalam menyelenggarakan sertifikasi profesi yang diakui secara nasional, dengan prinsip kredibilitas, transparansi, dan mutu layanan.

Direktur Polimarim Dr. Ir. Amrin SE ST MM MAP CRP CIQA menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua BNSP beserta jajaran. Ia menyebut kehadiran pimpinan BNSP menjadi motivasi sekaligus penguatan komitmen institusi dalam menjaga kualitas lulusan maritim.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua BNSP dan jajaran. Ini menjadi kehormatan sekaligus dorongan bagi Polimarim untuk terus meningkatkan mutu sertifikasi dan kompetensi taruna-taruni,” kata Amrin.

Selain Syamsi Hari, kegiatan ini turut dihadiri Komisioner BNSP Prof Dr Amilin SE SH MSi Ak CA QIA BKP CRMP serta Lead Asesor Drs Mohammad Zubair MSi yang juga merupakan Komisioner BNSP periode 2018–2023.

Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menandai keseriusan BNSP dalam memastikan standar kompetensi nasional diterapkan secara konsisten di lembaga pendidikan vokasi maritim.

Sementara itu Ketua LSP Polimarim Dr Ir Anwar Tahir ST MM IPM ASEAN Eng mengatakan, saat ini LSP Polimarim membuka tiga skema Uji Kompetensi yang menjalani penyaksian.

“Pada proses Witnessing Uji Kompetensi ini, ada tiga Skema yakni Mooring Unmooring, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan Customs Expert,” ujar Anwar.

Ketiga skema uji kompetensi tersebut dilakukan di tempat uji kompetensi (TUK) sewaktu yakni di TUK Laboratorium Bahari, TUK Laboratorium Manajemen Pelabuhan, dan TUK Laboratorium Transportasi Laut. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *