MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) menggelar kegiatan Pelatihan Persiapan Memasuki Dunia Kerja bagi Pemuda Luwu Timur pada 30-31 Agustus 2025.
Kegiatan yang digelar dua hari di Hotel Remcy Makassar ini dibuka oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika.
Pada acara pembukaan, Asisten I Pemkab Luwu Timur Aini Endis Anrika dan Ketua Umum KKLT periode 2024-2029, Dr dr Abdul Rahman Rauf Sp.OG(K), memberikan sambutan dan pesan motivasi kepada puluhan peserta.
Pelatihan pra kerja angkatan pertama ini diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan pemuda maupun mahasiswa asal dan diaspora Luwu Timur.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kondisi, tantangan, sekaligus strategi menghadapi dunia kerja modern yang semakin kompetitif.
Selain itu, hadir perwakilan dari PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) sebagai mitra kegiatan, LaOde Muhammad Ichman, sekaligus memberikan materi pelatihan.
Ia memaparkan budaya kerja perusahaan yang berlandaskan nilai CARES (Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, Sustainability).
Menurutnya, nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman karyawan PTVI, “Tetapi juga selaras dengan tantangan dunia kerja hari ini yang menuntut ketangguhan, integritas, profesionalisme, serta orientasi keberlanjutan,” terangnya.
Ichman, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa sumber daya manusia adalah aset utama perusahaan. Karena itu, PTVI terus mengembangkan program pelatihan, vokasi, dan jalur karier yang memberi prioritas bagi tenaga kerja lokal.
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2024, PTVI mencatat bahwa 80 persen dari 3.038 karyawan berasal dari masyarakat lokal, dan lebih dari seribu pemuda telah memperoleh manfaat dari program pengembangan kapasitas.
“Mulai dari keterampilan teknis, vokasional, hingga kewirausahaan,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi yang dimoderasi Dr Baharuddin Solongi sebagai steering committee dan Dewan Penasihat KKLT, Ichman menekankan bahwa dunia kerja saat ini ditandai dengan disrupsi teknologi, persaingan ketat, serta tuntutan keterampilan baru.
Generasi muda dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan memiliki soft skills yang kuat agar mampu bersaing di tingkat lokal maupun global.
Selain fokus pada peningkatan kompetensi SDM, PTVI juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Program pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan di Luwu Timur.
Dalam kesempatan itu, Ichman juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada KKLT atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan, khususnya dalam mendampingi langkah-langkah PTVI terkait penanganan kebocoran pipa di Towuti dan rencana pemulihan dampaknya. Menurutnya, kerja sama erat dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kedaerahan seperti KKLT, menjadi kunci untuk memastikan setiap tantangan dapat diselesaikan dengan baik, transparan, dan berkeadilan bagi semua pihak.
Sementara itu, Ketua Umum KKLT, dr Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi atas dukungan PTVI dalam kegiatan tersebut.
“Kehadiran Vale memberi inspirasi bagi angkatan kerja muda Luwu Timur untuk mempersiapkan diri lebih baik menghadapi tantangan dunia kerja.
Nilai dan budaya kerja yang diperkenalkan menjadi bekal penting tidak hanya untuk karyawan Vale, tetapi juga bisa diterapkan oleh generasi muda kita,” ujarnya.(*)







